
Pansus Optimistis PDAM Tirta Kepri Berkembang Pesat

Utang itu terjadi sejak Kepri belum dimekarkan dari Riau. PDAM sudah mencicil utang tersebut
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Panitia Khusus merasa optimistis PDAM Tirta Kepri berkembang pesat setelah mendapat penyertaan modal sebesar Rp22 miliar dari Kementerian Keuangan.
Ketua Pansus Penyertaan Modal PDAM Tirta Kepri, Ing Iskandarsyah, di Tanjungpinang, Selasa, mengatakan penyertaan modal dari Kementerian Keuangan itu untuk menutupi utang PDAM Tirta Kepri sehingga perusahaan plat merah itu dapat fokus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
"Utang itu terjadi sejak Kepri belum dimekarkan dari Riau. PDAM sudah mencicil utang tersebut," katanya, yang juga Ketua Komisi II DPRD Kepri.
Saat ini, lanjutnya PDAM Tirta Kepri masih meningkatkan kapasitas pelayanan kepada masyarakat. Sejauh ini, grafik pelayanan PDAM Tirta Kepri dalam mendistribusikan air bersih cukup maksimal.
Pemutihan utang melalui penyertaan modal dari Kementerian Keuangan, mengurangi beban PDAM Tirta Kepri.
Selama ini, perusahaan itu memang belum memberi kontribusi berupa pendapatan asli daerah, karena masih fokus dalam pelayanan.
Kendala yang terjadi selama bertahun-tahun seperti sumber air bersih terbatas dan dana yang dikelola terbatas. Akibatnya, jumlah pelanggan PDAM Tirta Kepri masih terbatas, sedangkan daftar tunggu pelanggan cukup banyak.
Bantuan pemerintah pusat seperti membangun waduk dan Pemutihan utang menjadi stimulus bagi PDAM Tirta Kepri untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan.
"Kami setelah Waduk Kawal, Kabupaten Bintan beroperasi, pelayanan semakin maksimal dan mulai merata," katanya.
Iskandarsyah merasa optimistis PDAM Tirta Kepri semakin memberi kontribusi yang besar kepada masyarakat dan daerah. PDAM diharapkan memberi kontribusi dalam meningkatkan pendapatan daerah, dan mampu memperluas pelayanan.
"Kami berharap manajemen PDAM Tirta Kepri semakin bekerja maksimal," ucapnya, yang diusung PKS. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Niko Panama
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
