Logo Header Antaranews Kepri

Wali Kota: Pemuda Jangan Terpengaruh Desas-desus SARA

Minggu, 30 Oktober 2016 19:50 WIB
Image Print
Kita tak usah terbawa-bawa dengan apa yang menjadi isu di DKI. Masalah SARA jangan pernah kita munculkan, karena akan merusak tatanan pemerintah dan masyarakat di sini

Batam (Antara Kepri) - Wali Kota Batam, Kepulauan Riau, Muhammad Rudi mewanti-wanti, pemuda dan aparat pemerintah jangan terpengaruh desa-desus bermuatan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang merebak di beberapa daerah sehubungan dengan Pilkada DKI Jakarta.

"Kita tak usah terbawa-bawa dengan apa yang menjadi isu di DKI. Masalah SARA jangan pernah kita munculkan, karena akan merusak tatanan pemerintah dan masyarakat di sini," kata Wali Kota Muhammad Rudi di Batam.

Wali Kota juga mengajak seluruh masyarakat menjaga ketenteraman dan kedamaian di Batam yang penduduknya berasal dari berbagai daerah.

Isu SARA sangat sensitif dan dapat memicu pertikaian di masyarakat, apalagi di kota yang pluralistis seperti Batam.

Wali Kota juga mengingatkan agar masyarakat lebih berhati-hati dan bijaksana dalam menggunakan media sosial. Jangan sampai masyarakat terkena masalah karena "candaan" di media sosial.

Saat ini, pemerintah bersama aparat hukum tengah gencar menyelidiki penyebar rasa permusuhan di media sosial, sehingga sebaiknya masyarakat lebih menahan diri.

"Timnya sudah bergerak, sistem sudah dijalankan, dengan 'big data security'. Jadi tidak usah lagi SMS-SMS yang menyebarkan isu-isu. Saya tidak mau mendapat laporan, ada warga terkena urusan hukum, nanti susah menyelesaikannya," kata Wali Kota.

Bila ada informasi mengenai hal yang tidak sesuai dengan prinsip, maka Wali Kota meminta warga untuk menahan diri dan tidak terpancing melakukan perlawanan melalui media sosial.

"Kalau ada yang tidak sepaham, urut dada saja. Minta Allah yang luruskan saja," kata politikus Partai Nasional Demokrat itu. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026