Logo Header Antaranews Kepri

BP Batam Jajaki Kerjasama dengan Selandia Baru

Minggu, 6 November 2016 20:01 WIB
Image Print
BP Batam sudah bertemu dengan perwakilan NZTE di Jakarta Rabu (2/11) kemarin. Kami menjajaki kemungkinan kerjasama untuk meningkatkan kemajuan kedua pihak

Batam (Antara Kepri) - Badan Pengusahaan Batam jajaki kerjasama dengan New Zealand Trade and Enterprise (NZTE) dalam berbagai bidang ekonomi yang bisa meningkatkan keuntungan kedua belah pihak.

"BP Batam sudah bertemu dengan perwakilan NZTE di Jakarta Rabu (2/11) kemarin. Kami menjajaki kemungkinan kerjasama untuk meningkatkan kemajuan kedua pihak," kata Direktur Promosi dan Humas BP Batam Purnomo Andiantono di Batam, Sabtu.

Pertemuan di sela-sela Southeast Asia Port Development Summit tersebut berlangsung antara Kepala BP Batam Hatanto Reksodipoetro beserta jajaran dengan perwakilan NZTE yang dipimpin oleh Mr Tim Anderson selaku Trade Comissioner NZTE.

Dua pihak ingin mengenal peran dan keunggulan wilayah masing-masing, menjalin hubungan yang baik dan kemungkinan kerjasama kedepan yang saling menguntungkan.

New Zealand Trade and Enteprise (NZTE) merupakan Badan Pengembangan Ekonomi dan Bisnis Internasional, Pemerintahan New Zealand, yang bertugas sebagai Lembaga Pemerintah yang bertujuan untuk membantu bisnis negara tersebut tumbuh lebih besar, lebih baik, lebih cepat di pasar internasional dengan menjalin konektivitas dengan pemerintahan dari negara-negara sahabat.

NZTE telah meluaskan jaringannya dengan mendirikan lebih dari 22 kantor cabang tersebar di seluruh dunia, dengan 4.000 bisnis dan kerjasama dengan 700 kalangan sektor swasta.

Pada kesempatan tersebut, kata Andi, Tim Anderson menyatakan kekagumannya pada Batam yang secara strategis berada pada jalur pelayaran tersibuk antara Singapura dan Selat Malaka dan ini merupakan potensi yang harus di manfaatkan.

BP Batam, pada Rabu (2/11) berpartisipasi dalam Southeast Asia Port Development Summit yang diselenggarakan oleh Escom's Southeast Asia Port Development bekerjasama dengan Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI). Hal tersebut merupakan salah satu bentuk pendekatan promosi BP Batam kepada negara-negara dengan industri pelabuhan terbaik.

Bagaimana mengembangkan kepelabuhanan yang modern dan meningkatkan layanan serta operasional yang unggul, guna meningkatkan pertumbuhan perdagangan kedepan dan mendukung sektor kemaritiman.

Port Summit ini dihadiri setidaknya 6 negara sahabat, mereka terdiri dari 150 CEO, MD, Director, VP, COO, Kepala Daerah atau Pemerintahan, Port Authorities atau Otoritas Kepelabuhanan, Pengelola Pelabuhan, Operator Terminal, Pengembang, dan berbagai rekanan di bidang kepelabuhanan.

BP Batam dalam acara ini diminta untuk menjadi salah satu pembicara dengan topik Development Scheme for Ports in Batam atau Skema Pengembangan Pelabuhan di Batam yang disampaikan oleh Kepala BP Batam, Hatanto Reksodipoetro yang hadir didampingi Anggota 3/ Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha, RC Eko Santoso dan Staf Khusus, Asroni Harahap.

Adapun narasumber lain yang turut memberikan materi adalah Kementerian Transportasi Republik Indonesia, Indonesia Port Corporation Association (ABUPI), PT. Pelindo II, III dan IV, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, SAGTA Engineering Ltd, Asia ARCADIS, NZTE. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026