
Kemenag Kepri Serukan Jaga Kerukunan Umat Beragama

Kita yang menjaga gerbong utama menjaga kerukunan baik kerukunan sesama umat beragama, kerukunan antar umat beragama dan kerukunan umat beragama dengan pemerintah
Batam (Antara Kepri) - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau Marwin Jamal menyerukan kepada seluruh masyarakat turut menjaga kerukunan umat beragama.
"Ini hari Jumat, hari yang mulia dalam pandangan Islam sekaligus menjadi momentum yang baik untuk menyebarkan kedamaian melalui seruan untuk menjaga kerukunan umat beragama di Kepulauan Riau," kata Marwin dalam siaran pers di Batam, Kepri, Jumat.
Ia meminta jajarannya untuk membantu menjaga kerukunan beragama dengan memantau materi khutbah jumat, agar para khatib menyerukan pentingnya menjaga perdamaian, menjaga kerukunan antar umat beragama dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.
Kemenag juga mengingatkan pegawainya agar menunjukkan sikap saling menghormati antar umat beragama demi menciptakan persatuan dan kesatuan.
"Kita yang menjaga gerbong utama menjaga kerukunan baik kerukunan sesama umat beragama, kerukunan antar umat beragama dan kerukunan umat beragama dengan pemerintah," kata dia.
Kemenag bertugas menjadi penyejuk di masyarakat, ibarat kulkas yang menyejukkan di tengah masyarakat, bukan menjadi kompor yang justru membakar suasana.
Dalam kesempatan itu, Kakanwil mengajak seluruh pegawai meramaikan kegiatan tahsinul Quran di Masjid Al Khaif Kanwil Kemenag Kepri yang secara rutin digelar tiap hari Kamis.
"Saya pantau tahsinul Quran semalam sepi peserta, saya minta untuk tetap semangat, jangan loyo karena manfaatnya sangat banyak," kata dia.
Kemenag berencana akan menyelenggarakan lomba menghafal Alquran demi memotivasi pegawai dalam menghafal kitab suci.
"Kami akan matangkan rencana lomba hafalan Alquran sempena HAB 2017 nanti karena sudah banyak yang memiliki hafalan yang banyak dan bagus-bagus," kata dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
