
Batam Usulkan Pendirian 1.000 Rumah Pangan Kita

Kami sedang usulkan agar dalam satu RW bisa terdapat satu Rumah Pangan Kita. Jadi bisa sampai 1000 Rumah Pangan Kita di Batam nantinya
Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau mengusulkan pendirian 1.000 unit Rumah Pangan Kita di penjuru kota itu kepada Badan Urusan Logistik yang mengelola RPK.
"Kami sedang usulkan agar dalam satu RW bisa terdapat satu Rumah Pangan Kita. Jadi bisa sampai 1000 Rumah Pangan Kita di Batam nantinya," kata Asisten Ekonomi Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Batam, Gintoyono Batong, di Batam, Rabu.
Ia percaya, RPK yang dikelola Bulog mampu membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga lebih bersahabat.
RPK merupakan program pemerintah melalui Bulog dengan menggandeng masyarakat dalam penyaluran kebutuhan pokok seperti beras.
Gintoyono mencatat, hingga kini, baru terdapat 80 unit RPK di Kota itu.
"Dengan uang Rp5 juta, masyarakat bisa datang ke Bulog, mendaftarkan diri. Nanti uang itu akan diganti dengan beras, gula, minyak. Tapi untuk pertama ini beras dulu. Ke depannya akan ada gula, minyak, dan kabarnya akan masuk juga bawang," kata dia.
Ia menjelaskan, pendaftaran untuk masyarakat yang ingin bergabung relatif mudah, cukup menyertakan surat keterangan domisili dari kelurahan dan menyiapkan ruang kosong di rumah, seperti garasi.
Kemudian setelah mendaftar, warga akan diberi banner sebagai penanda Rumah Pangan Kita dan langsung dapat menyalurkan berbagai kebutuhan bahan pokok dari Bulog dengan harga lebih murah.
Gintoyono menegaskan beras premium dari Bulog bisa dijual warga dengan harga di bawah pasar.
"Di pasaran harga beras premium itu Rp13 ribu, di Bulog Rp9.700. Nanti Bulog tentukan batas harga jualnya, misal sekilogram Rp10 ribu. Jadi itu juga untuk mengendalikan harga di pasaran," ujar pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Tata Kota Batam itu.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
