
Dinsos Batam Latih 50 Relawan Sosial

Bu Dar sudah terkenal di Kementerian Sosial. Bahkan Batam sering jadi tempat studi banding. Tapi kami bilang studi tiru. Jadi dipelajari langsung ditiru tidak pakai banyak pertimbangan ini itu lagi
Batam (Antara Kepri) - Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam, Kepulauan Riau, melatih 50 relawan demi meningkatkan kemampuannya dalam menjalankan berbagai kegiatan sosial di masyarakat.
"Relawan yang ikut pelatihan ini terdiri dari gabungan K3S, Palang Merah Indonesia, dan pekerja sosial 12 kecamatan di Batam," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam Hasyimah di Batam, Selasa.
Relawan bertugas membantu Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat dalam menyelesaikan berbagai masalah sosial di lingkungan masyarakat.
Hasyimah menjelaskan para relawan diterjunkan ke masyarakat guna melihat, kemudian melaporkan setiap permasalahan sosial yang terjadi di tengah warga.
Mereka mendapat tugas memberikan pemahaman bagi penyandang sosial untuk bisa mandiri dan mempunyai usaha sendiri yang dibantu oleh pemerintah setempat.
"Nantinya ada 26 macam kegiatan sosial yang akan dijalankan bersama relawan sosial ini," kata dia.
Beberapa kegiatan sosial itu, di antaranya penertiban anak jalanan, anak punk, pengemis, pemberdayaan penyandang disabilitas, dan perlindungan korban kekerasan dalam rumah tangga.
Di tempat yang sama, Ketua K3S Kota Batam Sri Soedarsono mengatakan sebagian besar relawan sosial adalah anak muda yang siap membantu menyukseskan program pemerintah, terutama dalam bidang kesejahteraan sosial masyarakat.
Direktur Pemberdayaan Sosial Perorangan Kementerian Sosial RI Bambang Mulyadi mengatakan kegiatan K3S sejalan dengan program pemerintah pusat dalam menangani masalah sosial masyarakat.
Menurut dia, relawan dibutuhkan untuk bersinergi membantu pemerintah daerah.
Dalam kesempatan itu, ia memuji keterlibatan Ketua K3S Batam Sri Sudarsono yang merupakan adik kandung Presiden ketiga RI Bacharuddin Jusuf Habibie.
"Bu Dar sudah terkenal di Kementerian Sosial. Bahkan Batam sering jadi tempat studi banding. Tapi kami bilang studi tiru. Jadi dipelajari langsung ditiru tidak pakai banyak pertimbangan ini itu lagi," kata dia.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
