Tanjungpinang (Antara Kepri) - Sebagian pedagang di Pasar Baru, Jalan pelantar KUD, Kota Lama, Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau lebih tertarik menjual sayur-mayur dan buah-buahan impor karena harganya lebih murah dan berkualitas.
Salah seorang pedagang, Rudi, di Pasar Baru, Selasa, mengatakan sayur-sayuran yang dijualnya berasal dari Singapura, dengan harga yang lebih murah dibanding yang berasal dari Sumatra dan Pulau Jawa.
"Sayur bunga kol, brokoli, wortel dipesan dari Singapura, selain harganya lebih murah, biaya pengiriman juga lebih murah daripada dari Pulau Jawa atau Sumatra," katanya.
Rudi menjual sayur brokoli Rp36.000 per kg, bunga kol Rp26.000 per kg, sedangkan wortel Rp13.000 per kg.
"Rata-rata yang beli orang Tionghoa. Sebagian warga yang tinggal dekat pasar," katanya.
Begitu juga dengan Kartini, pedagang sayur di Pasar Baru Tanjungpinang, lebih memilih menjual cabai rawit impor dari Thailand daripada dari Bintan, Jawa maupun Sumatra.
Alasannya, cabai rawit asal Thailand memiliki kualitas lebih baik, meski harganya lebih mahal dibanding cabai asal Jawa dan Sumatra. Karena itu, peminat cabai Thailand cukup banyak.
"Cabai Thailand memang lebih mahal, tetapi segar, karena datangnya cepat. Saya beli per kotak (berat 5 kg) dengan harga Rp46.000 per kg, kalau cabai rawit sini Rp40.000. Setiap hari laku terjual satu kotak," katanya.
Selain sayur-mayur yang diimpor dari Singapura dan Thailand, pedagang buah-buahan di Pasar Baru juga menjual buah yang diimpor dari Singapura.
Endang, salah seorang pedagang buah mengatakan buah yang diimpor dari Singapura jauh lebih murah, dan biaya pengiriman juga jauh lebih murah.
Kualitas buah asal Singapura juga cukup baik sehingga diminati konsumen.
"Kalau buah dalam negeri (Indonesia) harganya dua kali lipat dibandingkan beli di Singapura. Selain itu ongkosnya mahal dan sampainya lama, buah cepat membusuk," katanya.
Salah seorang pembeli, Aling mengatakan sejumlah barang yang diimpor dari Singapura jauh lebih mahal dibandingkan harga sayur-mayur dan buah lokal, sebagian konsumen lebih memilih membeli sayur-mayur asal negera yang bertetangga dengan Tanjungpinang itu.
"Kami mencari sayur yang segar, memang lebih mahal tapi segar," kata Aling.(Antara)
Editor: Nikolas Panama

Komentar