
PAD Triwulan I-2017 Batam Tidak Mencapai Target

Seperti Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), baru mencapai 17 persen saja, mestinya sudah 25 persen
Batam (Antara Kepri) - Pendapatan Asli Daerah Kota Batam Kepulauan Riau pada tiga bulan pertama 2017 tidak mencapai target akibat kebijakan yang tidak menentu dan melambatnya perekonomian.
Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad di Batam, Jumat, menyatakan saat ini PAD yang terkumpul belum mencapai target 25 persen, padahal sudah satu per empat tahun.
"Seperti Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), baru mencapai 17 persen saja, mestinya sudah 25 persen," kata Wakil Wali Kota.
Perolehan BPHTB hingga akhir triwulan I-2017 baru tercapai Rp34,353 miliar dari target Rp342,567 miliar sepanjang 2017.
Ia menyatakan rendahnya perolehan BPHTB akibat kendala kebijakan kepengurusan Izin Peralihan Hak (IPH) di Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas Batam.
"Itu terpengaruh dari pada IPH. Notaris, pelayanan perizinan orang yang mau jual beli menjadi terganggu," kata pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Sumber Daya Mineral Batam itu.
Padahal PAD dari BPHTB merupakan andalan Pemkot Batam selama ini. Sehingga menurunnya perolehan BPHTB banyak mempengaruhi pendapatan daerah.
"Yang jelas, itu andalan. Andalan ada tiga, PBB-BPHTB, Pajak Penerangan Jalan Umum, Pajak Hotel dan Restoran," kata dia.
Sementara itu, berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan, PAD dari Pajak Bumi Bangunan Perkotaan dan Pedesaan (PBB-P2) Kota Batam baru tercapai Rp8,104 miliar dari target Rp131,579 miliar.
PAD dari pajak hotel baru terkumpul Rp22,115 miliar dari target Rp117,250 miliar sepanjang tahun. Pajak Restoran baru mencapai Rp13,709 miliar dari target Rp67,157 miliar.
Dan Pajak Hiburan yang berhasil ditagih baru Rp5,847 dari target Rp25,174 miliar untuk sepanjang tahun 2017. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
