Logo Header Antaranews Kepri

Penerimaan Siswa SD Karimun Dimulai 12 Juni

Kamis, 1 Juni 2017 22:01 WIB
Image Print
Total keseluruhan siswa yang akan diterima pada tahun ajaran 2017 nanti empat ribu lebih

Karimun (Antara Kepri) - Masa penerimaan siswa baru (PSB) tahun ajaran 2017 tingkat sekolah dasar di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, dimulai pada 12 Juni.

"PSB Karimun untuk tingkat SD akan dimulai pada bulan puasa ini, 12 Juni," kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, Bakri Hasyim di Tanjung Balai Karimun, Kamis.

Bakri Hasyim mengatakan, pendaftaran PSB SD merupakan kesepakatan bersama antara Disdik dengan para dewan guru.

Sedangkan masa perimaan peserta didik baru (PPDB) sekolah lanjutan tingkat pertama (SMP) dimulai 5 Juli 2017.

"Kenapa harus tanggal 5 Juli setelah Lebaran? Karena setelah Lebaran, tahun ajaran baru, tanggal 17 Juli," katanya.

Menurutnya, dengan begitu, masing-masing sekolah dapat membuka penerimaan siswa baru sesuai dengan kapasitas sekolah itu sendiri.

Hal ini, katanya, berlaku untuk seluruh sekolah yang berada di kabupaten yang digelar dengan Bumi Berazam ini.

"Negeri dan swasta. Kalau swasta, kami serahkan kepada yayasan yang membuat kebijakan," ujarnya.

Sekolah tingkat dasar yang akan menerima peserta didik baru berjumlah 190 sekolah, sedangkan SMP 60 sekolah yang tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Karimun.

"Total keseluruhan siswa yang akan diterima pada tahun ajaran 2017 nanti empat ribu lebih," katanya.

Pihaknya tidak mengizinkan memungut retribusi saat penerimaan peserta didik baru.

"Kita menggratiskan segala macam uang pendaftaran dan lain sebagainya," katanya.

Cegah Pungli

Pada Rabu (31/5), Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun bersama Tim Satgas Sapu Bersih (Saber) Pungli menggelar sosialisasi ke para kepala sekolah untuk mencegah praktik pungli dalam PSB.

Dalam acara sosialisasi tersebut, Bupati Karimun Aunur Rafiq mengingatkan para kepala sekolah untuk tidak memberlakukan pungutan yang tidak sah atau tidak resmi.

"Sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang pungli. Jangan coba-coba melakukan pungli. Kalau masih melakukan pungli, siap-siap di-OTT (operasi tangkap tangan) oleh Saber Pungli," kata Aunur Rafiq.

Dia juga mengatakan sosialisasi ini merupakan momentum yang tepat bagi para kepala sekolah dan tenaga pengajar untuk memperluas pengetahuan tentang pungli.

"Dengan harapan, nanti dunia pendidikan Karimun bersih dari pungli," katanya.

Kepala Disdik Karimun Bakri Hasyim mengakui hingga kini pihaknya belum menemukan solusi praktik beberapa sekolah yang memungut biaya dari wali murid untuk keperluan seragam sekolah dan sebagainya.

"Kalau menurut aturan pungutan biaya untuk pakaian itu pungli, tapi apakah memang harus kita lepaskan, orang tua mengadakan sendiri pakaian? Nanti malah tidak seragam," tuturnya.

Dia berharap, tim saber pungli ini dapat memberikan solusi-solusi terhadap permasalahan tersebut agar pihak sekolah tidak terjebak dalam peraturan tersebut.

"Kita harapkan ada solusi yang diberikan Tim Saber Pungli ini, mana yang boleh dilaksanakan oleh kepala sekolah, mana yang tidak," ujarnya.

Pihaknya juga akan kembali membentuk rapat khusus terhadap kepala sekolah untuk membahas masalah pakaian murid pada penerimaan peserta didik baru.

"Masalah pendaftaran dan uang lainnya tidak ada, khusus yang kita bahas masalah pakaian saja," katanya. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026