Logo Header Antaranews Kepri

UTAR Malaysia perluas penerimaan mahasiswa baru dari Indonesia

Rabu, 8 April 2026 14:28 WIB
Image Print
Perwakilan UTAR Lim Jee Hock (tengah) usai memberikan cenderamata kepada Ketua Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) Batam Rike Ernawati Sinaga (kanan) dalam kegiatan UTAR Conference di Batam, Rabu (8/4/2026) (ANTARA/Jessica)

Batam (ANTARA) - Universiti Tunku Abdul Rahman (UTAR) Malaysia membidik pasar Indonesia melalui penyelenggaraan UTAR Conference di Batam, Kepulauan Riau, sebagai langkah memperluas jaringan dan meningkatkan penerimaan mahasiswa dari Indonesia.

Perwakilan UTAR Lim Jee Hock di Batam, Rabu, mengatakan Batam dipilih sebagai lokasi promosi kampus tersebut karena memiliki potensi strategis dalam pengembangan edukasi, kolaborasi, serta mobilitas pelajar antara Indonesia dan Malaysia.

“Konferensi ini merupakan komitmen berkelanjutan UTAR untuk memperkuat jaringan serta meningkatkan posisi kami di pasar Indonesia,” ujar Lim.

Ia menilai kedekatan geografis kedua negara serta meningkatnya kebutuhan pendidikan berkualitas menjadi peluang besar untuk menjalin kerja sama yang lebih erat dalam mendukung masa depan akademik pelajar.

Melalui konferensi tersebut, UTAR juga memperkuat kolaborasi dengan agen pendidikan dan guru Bimbingan Konseling (BK) tingkat SMA sederajat sebagai pihak yang berperan penting dalam memberikan arahan kepada siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Kami berbagi informasi terbaru terkait program UTAR, menjajaki peluang baru, serta mengembangkan jaringan penerimaan mahasiswa. Peran agen dan guru BK sangat penting dalam membantu siswa mengambil keputusan pendidikan yang tepat,” kata Lim.

Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi platform berbagi pengetahuan dan memperkuat kolaborasi jangka panjang antara UTAR dengan mitra di Indonesia.

Baca juga: BPBD Natuna catat sebanyak 339 hektare karhutla sepanjang Maret 2026

Saat ini UTAR memiliki dua gedung kampus, yaitu di Perak dan Kuala Lumpur, Malaysia.

Adapun UTAR juga menyediakan sekitar 140 program studi untuk tingkatan kuliah vokasi, sarjana, pasca sarjana, dan doktor.

“Hampir seluruh jurusan studi kami miliki, kecuali jurusan hukum dan managemen perhotelan,” kata Lim.

Sementara itu, Ketua Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) Batam, Rike Ernawati Sinaga, menyambut baik kerja sama tersebut.

Ia menyebut kolaborasi ini penting untuk memberikan pendampingan terbaik kepada siswa agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Kami sangat berbahagia dipercaya untuk bekerja sama dalam memberikan yang terbaik bagi siswa. Semoga anak-anak di bawah bimbingan guru BK dapat melanjutkan pendidikan yang lebih baik,” kata Rike.

Ia menambahkan pertemuan ini merupakan kali kedua antara MGBK dan UTAR, yang menunjukkan adanya hubungan kerja sama yang terus terjalin.

“Terima kasih atas kepercayaan UTAR kepada MGBK Batam. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berjalan dengan baik,” katanya.

Konferensi ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga membuka peluang kolaborasi berkelanjutan antara UTAR, agen pendidikan, dan sekolah dalam mendukung akses pendidikan tinggi internasional bagi pelajar Indonesia.


Baca juga: Kanwil Kemenkum Kepri sambangi Polda Kepri bahas sejumlah isu strategis



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026