Logo Header Antaranews Kepri

Jamaah Keluhkan Layanan Umrah Travel Delima Batam

Kamis, 8 Juni 2017 10:40 WIB
Image Print
"Kami sempat terlantar beberapa jam tidak dapat kamar hotel. Kami harus tidur-tiduran dilorong hotel," kata seorang jamaah umrah, Rizal

Batam (AntaraKepri) - Jamaah umrah Biro Jasa Haji dan Umrah, Delima Travel, dari Kota Batam Kepulauan Riau merasa kecewa dengan pelayanan yang diberikan, karena tidak sesuai dengan yang dijanjikan.

"Kami sempat terlantar beberapa jam tidak dapat kamar hotel. Kami harus tidur-tiduran dilorong hotel," kata seorang jamaah umrah, Rizal di Batam, Rabu.

Rizal yang berangkat dengan istrinya dengan biaya masing-masing Rp27 juta mengatakan kondisi tersebut membuat peserta tidak dapat beribadah dengan baik.

"Kami juga tidak dibimbing. Jadi enggak tahu harus seperti apa. Kedatangan kami juga terlambat berjam-jam," kata dia.

Rizal berangkat bersama rombongan umrah yang berjumlah 23 orang pada Rabu (24/5) dari Batam menuju Singapura menggunakan kapal feri.

Saat di Pelabuhan Internasional Batam Centre, penyelenggara tidak dapat menunjukkan laporan rencana perjalanan ibadah umrah (LRPU) dari Direktorat Jendral Penyelenggara Haji dan Umrah yang di dalamnya terdapat data perusahaan travel, biaya perjalanan serta data peserta Umroh.

"Petugas pendamping bilang ketinggalan datanya. Makanya sempat terkendala sebelum akhirnya kami diizinkan menuju Singapura," kata dia.

Setelah sampai Singapura rombongan berangkat ke Jeddah menggunakan pesawat dan dilanjutkan perjanan naik bus ke Madinah menuju Hotel AL Majeedi.

"Rombongan tidak langsung dapat istirahat di kamar hotel dan harus menunggu selama lima jam. Dalam menjalankan ibadah kami juga tidak selalu dibimbing," kata Rizal.

Saat dikonfirmasi, perwakilan Travel Delima, Rofiah mengatakan, semua pelayanan yang diberikan sudah sesuai prosedur dan tidak ada penelantaran.

"Bahkan hotel yang seharusnya bintang tiga kami berikan bintang lima. Kalau ada kendala di keberangkatan, atau keimigrasian saat sampai Jeddah itu biasa. Apalagi ini puasa, yang umrah banyak jadi prosesnya wajar kalau lama," kata Rofiah.

Menurut dia, jamaah yang lain merasa nyaman dengan pelayanan yang diberikan.

"Kami tidak tahu juga kenapa bapak itu komplain. Karena yang lain tidak merasa diterlantarkan, semua memang sesuai dengan layanan yang kami sampaikan. Kalau keimigrasian di luar kuasa kami," kata dia.

Rofiah juga mengatakan, sesampainya di hotel jamaah lain melanjutkan ibadah dan tidak sampai tidur-tiduran dilorong hotel.

"Keterlambatan masuk kamar hotel juga cuma satu jam. Mungkin itu memang salah kami, karena petugas kami ketiduran karena kami datang terlambat," kata Rofiah.

Editor: Yunita



Pewarta :
Editor: Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2026