Logo Header Antaranews Kepri

BI: Kinerja Perbankan Kepri Stabil

Jumat, 23 Juni 2017 20:22 WIB
Image Print
Aset perbankan di Kepri tercatat sebesar Rp56,33 triliun dengan pangsa 0,81 persen dari perbankan nasional

Batam (Antara Kepri) - Bank Indonesia mengumumkan kinerja perbankan di Provinsi Kepulauan Riau secara tahunan per April 2017 relatif stabil bila dibandingkan bulan Maret 2017.

"Aset perbankan di Kepri tercatat sebesar Rp56,33 triliun dengan pangsa 0,81 persen dari perbankan nasional," kata Kepala Perwakilan BI Kepri Gusti Raizal Eka Putra di Batam, Kepri, Kamis.

Aset perbankan tersebut tumbuh sebesar 6,46 persen (yoy) sedikit meningkat dibandingkan bulan lalu sebesar 6,11persen (yoy).

BI mencatat bank umum mendominasi kegiatan perbankan Kepri dengan total aset mencapai Rp50,09 triliun atau 88,91 persen dari total aset perbankan. Itu jauh lebih besar dibanding aset bank perkreditan rakyat (BPR) yang tercatat Rp6,24 triliun.

Sementara Loan to deposit ratio (LDR) perbankan di Kepri tercatat 77,93 persen dan tingkat kredit bermasalah (NPL) masih terjaga pada tingkat yang wajar sebesar 2,68persen.

Kredit perbankan di Kepri hingga April 2017 tercatat Rp37,35 triliun dengan pangsa 0,55 persen dari perbankan nasional.

Kredit tersebut tumbuh 4,64 persen (yoy), melambat dibanding pertumbuhan bulan sebelumnya yang mencapai 6,00 persen (yoy).

Secara sektoral penyaluran kredit untuk lapangan usaha, masih didominasi sektor utama pendukung pertumbuhan ekonomi Kepri yaitu industri pengolahan (10,07 persen), perdagangan besar dan eceran (17,77 persen), transportasi, gudang dan komunikasi (10,23 persen) dan konstruksi (4,38 persen).

Sementara penyaluran kredit investasi terbesar kepada transportasi, pergudangan dan komunikasi (36 persen), perdagangan besar dan eceran (14 persen) dan industri pengolahan (13 persen).

Penyaluran kredit perumahan di Kepri per April 2017 tercatat sebesar Rp6,17 triliun atau tumbuh 4,79 persen (yoy) melambat dibanding bulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 7,78 persen (yoy).

"Sedangkan dari tingkat kredit bermasalah (NPL) kredit perumahan di Kepri sebesar 1,82 persen masih dalam batas wajar," kata dia.

BI juga mencatat penyaluran kredit UMKM periode April 2017 sebesar Rp9,62 triliun atau tumbuh melambat sebesar 6,81 persen (yoy) dibandingkan yang bulan lalu tumbuh sebesar 7,37 persen (yoy).

Kredit UMKM memiliki pangsa sebesar 25,75 persen terhadap total kredit perbankan.

Kredit UMKM terbesar diberikan oleh bank umum sebesar Rp7,8 triliun atau mencapai 81,31 persen dan sisanya diberikan oleh BPR.

Perkembangan dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun oleh perbankan Kepri tumbuh menguat menjadi sebesar Rp47,92 triliun atau tumbuh 7,11 persen (yoy) dibandingan bulan sebelumnya sebesar 6,43 persen (yoy).

Struktur dana perbankan didominasi oleh tabungan yang mencapai 39,28 persen, diikuti deposito mencapai 34,15 persen dan giro yang mencapai 26,57persen.(Antara)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026