Logo Header Antaranews Kepri

Pengelola Hang Nadim Tunggu Pemeriksaan Amblasnya Taxiway

Senin, 25 September 2017 21:58 WIB
Image Print
Setelah hasilnya keluar maka akan dilakukan lelang dan pengerjaan perbaikan pada kerusakan aspal ambles dengan permukaan 12x5 meter tersebut

Batam (Antara Kepri) - Manajemen Bandara Internasional Hang Nadim Batam masih menunggu hasil uji laboratorium atas penyelidikan tanah di lokasi amblasnya taxiway akibat hujan deras pada 9 Agustus 2017.

"Kami masih menunggu hasil uji laboratorium di Bandung untuk menjadi dasar penyusunan pedoman teknis, KAK, RAB dan gambar teknis sebagai acuan Pelelangan perbaikan taxiway tersebut," kata General Manager Operasional Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim Batam, Suwarso di Batam, Sabtu.

Untuk mengantisipasi kerusakan meluas, kata Suwarso, pihaknya sudah membuat saluran sedalam enam meter berbentuk V sehingga tidak ada air menggenang saat hujan turun.

"Setelah hasilnya keluar maka akan dilakukan lelang dan pengerjaan perbaikan pada kerusakan aspal ambles dengan permukaan 12x5 meter tersebut," kata dia.

Suwarso memastikan meskipun kerusakan tersebut belum diperbaiki namun tidak sampai mengganggu penerbangan pesawat di Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

"Yang pasti semua penerbangan lancar. Tidak ada gangguan atas amblasnya taxiway tersebut. Peswat tetap bisa lepas landas atau mendarat sempurna hingga masuk apron," kata Suwarso.

Bandara Internasional Hang Nadim Batam yang dibangun sejak periode 1980 tersebut memiliki taxiway pada sisi kanan dan kiri terminal sejajar dengan landas pacu.

Hal tersebut memungkinkan pesawat yang hendak terbang tidak langsung masuk landas pacu. Demikian juga pesawat yang mendarat bisa menuju taxiway sebelum masuk apron.

General Manager Komersil Bandara Hang Nadim Batam Dendi Gustinandar membatah beberapa pemberitaan yang menyatakan landas pacu yang ambles.

"Ini bukan landas pacu. Tapi gorong-gorongnya yang menyebabkan itu terjadi," kata dia.

Ia berharap pada akhir September ini sudah selesai pekerjaan konsultan sehingga segera bisa dilihat secara utuh langkah-langkah teknis perbaikan.(Antara)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026