Logo Header Antaranews Kepri

Bulog Targetkan Satu RW Satu RPK

Kamis, 9 November 2017 18:47 WIB
Image Print
Rumah Pangan Kita (Foto Antara)
Kalau mau buka di ,rumah syaratnya harus ada surat keterangan dari RT, RW serta kelurahan

Batam (Antara Kepri) - Perum Badan Urusan Logistik Divisi Regional (Divre) Batam menargetkan setiap Rukun Warga (RW) memiliki satu Rumah Pangan Kita (RPK), dengan harapan masyarakat sekitar terbantu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari terutama beras dan gula.

"Karena RPK bisa menekan harga bahan pokok di pasaran," kata Kepala Perum Bulog Divre Batam, Jamaludin saat ditemui di kantornya, Kamis.

Dia mengatakan saat ini di Batam sudah memiliki 335 RPK dan tersebar di 12 kecamatan.

Jamaludin mengutarakan, masyarakat yang ingin memiliki RPK dapat mengajukan permintaan ke Perum Bulog dengan beberapa persyaratan. "Kalau mau buka di ,rumah syaratnya harus ada surat keterangan dari RT, RW serta kelurahan," katanya.
Sementara jika membuka RPK di kios, toko atau koperasi selain melampirkan surat keterangan RT, RW dan kelurahan juga harus memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Pihaknya juga kerap melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui kelurahan jika pemerintah memiliki beras dengan kualitas yang baik namun harga terjangkau.

RPK lanjut Jamaludin nantinya bisa mengajukan permintaan ke Bulog berapa banyak beras dan gula yang harus disuplai. "Biasanya satu RPK ada yang meminta 300 kilogram sampai satu ton," katanya. RPK lanjutnya tidak hanya bisa menjual beras premium tapi juga bisa menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Ia mengatakan, masyarakat yang terdaftar dalam program BPNT dibekali kartu keluarga sejahtera. Sehingga setiap transaksi diwajibkan membawa kartu merah putir tersebut. "Dalam kartu itu sudah ada nominalnya Rp110 ribu per bulan," katanya.

Jamaludin menyatakan, RPK dibentuk dengan harapan dapat mengontrol harga sembako di pasaran.

Sebelumnya Nurlianis pemilik RPK di Batu Besar, Kecamatan Nongsa menjelaskan modal untuk membeli beras Bulog ukuran lima kilogram Rp47.750 dan dijual Rp49.750 ribu. Sehingga dalam setiap transaksi, ia mendapatkan keuntungan Rp2 ribu.

Sementara gula pasir dijualnya Rp12.500 per kilogram dengan modal Rp11.300 per kilogram. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor: Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2026