
PT Timah alokasikan CSR Rp4,7 miliar

Target produksi menurun dilihat dari beberapa kondisi dan situasi. Target produksi kita sekian, maka dana CSR yang kita gulirkan sekian
Karimun (Antaranews Kepri) - PT Timah Tbk (Persero) Wilayah Operasi Riau dan Kepulauan Riau berencana mengalokasikan dana tanggung jawab sosial (corporate social responsibility/CSR) sekitar Rp4,7 miliar pada 2018.
"Sedikit ada penurunan. Tahun 2017 kita alokasikan Rp5,3 miliar, di 2018 Rp4,7 miliar," kata Kepala Bidang Administrasi dan Keuangan PT Timah Wilayah Operasi Riau dan Kepri, Eko Yori Faruza usai sosialisasi program kemitraan PT Timah dengan pelaku UKM di Gedung Nasional Tanjung Balai Karimun, Selasa.
Eko Yori Faruza dana CSR disesuaikan dengan capaian target produksi tahun ini.
"Target produksi menurun dilihat dari beberapa kondisi dan situasi. Target produksi kita sekian, maka dana CSR yang kita gulirkan sekian," kata dia.
Teknis penyaluran dana CSR, berdasarkan proposal yang diajukan masyarakat dan pihak lain, termasuk pemerintah daerah.
Dia mengatakan sebanyak 80 persen dari total dana CSR 2017 disalurkan untuk masyarakat, di antaranya berupa pembangunan sarana umum pendidikan dan kesehatan.
"Sisanya sebanyak 20 persen kita salurkan ke pemerintah, contohnya bantuan tong sampah dan peralatan kebersihan yang kita berikan pada tahun lalu," kata dia.
Bantuan dana CSR juga diberikan untuk penyelenggaraan kegiatan hari besar nasional yang diajukan masyarakat melalui proposal yang masuk.
"Untuk tahun ini, kami sedang berupaya membentuk forum komunikasi dengan pemerintah daerah. Forum komunikasi tujuannya untuk mencari masukan-masukan mengenai kebutuhan dan masalah-masalah di setiap kecamatan, termasuk juga potensi-potensi apa yang bisa dikembangkan," tuturnya.
Forum komunikasi itu diharapkan dapat mendorong penyaluran CSR lebih tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
"Bukan untuk menghambat, tapi supaya tepat sasaran," kata dia.
Penyaluran dana CSR lebih menyasar masyarakat pesisir, sebab selama ini bantuan yang diberikan belum memberikan dampak langsung yang signifikan.
Bantuan yang diberikan bisa berupa program pengembangan perikanan budidaya agar nelayan tetap memiliki penghasilan meski kondisi cuaca di laut sedang buruk.
"Atau nelayan kita bantu agar memiliki usaha alternatif di darat, sehingga mereka masih punya penghasilan walaupun tidak bisa menangkap ikan karena cuaca buruk," ujarnya.
Bantuan untuk masyarakat pesisir dapat disalurkan melalui kelompok-kelompok usaha bersama atau Kube nelayan, kata Eko Yori Faruza.
Pewarta : Rusdianto
Editor:
Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2026
