Logo Header Antaranews Kepri

Persediaan beras Karimun aman hingga Imlek

Kamis, 25 Januari 2018 22:38 WIB
Image Print
Ketua Satgas Pangan dan Beras Karimun AKP Lulik Febyantara (foto: Istimewa) (foto: Istimewa/)
Untuk persediaan beras medium di Bulog mencapai 1.000 ton, dan didistributor atau swasta 300 ton. Persediaan sebanyak itu cukup dan tidak ada masalah menjelang Imlek

Karimun (Antaranews Kepri) - Satuan Tugas Beras Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau menyatakan, persediaan beras di daerah setempat aman hingga perayaan Tahun Baru Imlek 2569/2018.

"Untuk persediaan beras medium di Bulog mencapai 1.000 ton, dan didistributor atau swasta 300 ton. Persediaan sebanyak itu cukup dan tidak ada masalah menjelang Imlek," kata Ketua Satgas Beras Karimun AKP Lulik Febyantara di Tanjung Balai Karimun, Kamis.

Lulik mengatakan sebagian besar kebutuhan beras dipenuhi dari Medan Sumatera Utara dan Pulau Jawa. Menurut dia, pasokan beras berjalan dengan baik dan terus masuk ke Karimun pada setiap pekan.

Ia mengaku terus melakukan pemantauan di tingkat distributor terkait persediaan dan harga yang telah memiliki HET (Harga Eceran Tertinggi) sesuai ketetapan dari pemerintah.

"Untuk pengawasan di tingkat distributor tidak begitu sulit karena telah memiliki data distributor di Karimun. Kami tinggal cek ke gudang-gudang 18 distributor, termasuk di Tanjungbatu," ujar dia.

Mengenai harga beras di tingkat pengecer, Lulik mengakui sedikit kesulitan untuk melakukan pengawasan, disebabkan banyaknya jumlah pengecer, termasuk warung-warung kecil.

Ia mengakui telah menelusuri harga beras, khususnya beras medium yang lebih tinggi dari HET yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp9.950 per kilogram. (baca: Satgas: Harga beras tidak terpengaruh bongkar muat)

Berdasarkan pengakuan distributor, beras medium dari Medan memang sudah dipatok tinggi dari daerah penghasil, yaitu Rp9.100 per kilogram, kemudian distributor menambah Rp400/kg untuk upah buruh dan biaya transportasi kapal, transportasi darat ke gudang.

Selanjutnya, distributor menambah Rp300/kg untuk keuntungan, sehingga harga beras dari distributor kepada pengecer Rp9.800.

"Berarti ada marjin Rp150/kg, dari HET sebesar Rp9.950/kg. Namun, pengecer banyak yang menjual melebihi HET, ada yang ambil untung Rp1.000/kg, ada yang Rp1.500/kg, jadi harga eceran bermacam-macam," tuturnya.

Ia mengatakan untuk mengontrol harga, solusinya adalah dengan menggelar operasi pasar beras.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Karimun Muhammad Yosli mengatakan, persediaan beras aman hingga Imlek.

Menurut Yosli, distributor juga telah melakukan pemesanan beras dari daerah penghasil. "Jadi, persediaan beras aman," kata dia.

Editor: Adi Lazuardi



Pewarta :
Editor: Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2026