Logo Header Antaranews Kepri

Pengusaha nilai biaya logistik masih mahal

Selasa, 6 Februari 2018 21:17 WIB
Image Print
General Manager (GM) Batamindo Investment Cakrawala, Mook Sooi Wah (kanan) memberikan cenderamata kepada Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo. (Antaranews Kepri/Messa Haris)

Batam (Antaranews Kepri) - Para pengusaha menilai biaya logistik angkutan laut dari Batam-Singapura masih mahal, dan hal itu disampaikan kepada Kepala Badan Batam (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo saat berkunjung ke kawasan industri Batamindo.

General Manager (GM) Batamindo Investment Cakrawala, Mook Sooi Wah, di Batam, Senin, mengatakan karena tingginya biaya logistik berdampak pada membengkaknya biaya produksi sehingga menyulitkan pengusaha untuk mengembangkan usahanya.

"Kami tidak komplain hanya respon konstruktif dari kami dan kita punya tenant mereka ingin melihat perkembangan pekerjaan," katanya.
Mook optimis pimpinan BP Batam saat ini bisa menyelesaikan masalah-masalah yang ada dengan baik.

Selain membahas biaya logistik pihaknya juga menyampaikan beberapa hambatan lainnya yang masih menyulitkan para pengusaha.

"Kita tidak hanya berbicara gambaran besar, tetapi juga isu-isu keseharian kami seperti bea cukai, dengan imigrasi, infrastruktur dan masalah-masalah lainnya," jelasnya.

Mook mengatakan Batam tidak hanya bersaing dengan daerah di Indonesia tapi juga dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam dan bahkan Tiongkok.

Pihaknya ingin Kota Batam bisa lebih kompetitif serta berdaya saing tinggi dalam berkompetisi dengan negara-negara maju.
Terkait dengan Upah Minimum Kota (UMK) menurut Mook saat ini masih cukup tinggi hal itu dikhawatirkan akan membuat investor memilih negara lainnya untuk berinvestasi.

Namun pihaknya menghargai keputusan yang telah ditentukan pemerintah dan dengan upah yang tinggi pihaknya berharap produktivitas pekerja bisa ditingkatkan. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor: Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2026