
PAD BIntan terbesar dari pajak daerah

Sektor pariwisata masih unggulan PAD, mencapai 51 persen dari total PAD
Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau tahun 2018 terbesar bersumber dari pajak daerah, sedangkan kontribusi retribusi, terkecil.
Bupati Bintan, Apri Sujadi di Bintan, Selasa, mengatakan komponen pendapatan daerah masih dikuasai oleh pajak daerah sebesar 73,6 persen, sedangkan retribusi daerah 4,3 persen.
"Hasil pengelolaan kekayaan alam sebesar 5,5 persen serta lain-lain pendapatan asli daerah yang sah sebesar 16,6 persen," katanya.
Saat ini, kontribusi pendapatan daerah yang terbesar berasal dari sektor pajak daerah masih didominasi oleh pajak hotel dan pajak restoran. Sementara dari lima sektor terbesar dalam produk domestik regional bruto Bintan, yang memberi kontribusi terbesar terhadap PAD yakni sektor pariwisata.
"Sektor pariwisata masih unggulan PAD, mencapai 51 persen dari total PAD," ucapnya.
Apri mengatakan dalam 4 tahun terakhir, Bintan menargetkan meningkatkan realisasi pendapatan daerah. Kerja keras seluruh perangkat daerah pun dilakukan.
Buah kerja keras itu tampak pada perkembangan APBD Bintan yang mulai meningkat. APBD Bintan tahun 2017 sebesar Rp986 miliar, naik menjadi Rp1,066 triliun pada tahun ini.
Sementara pertumbuhan ekonomi, tahun 2016 sebesar 5,09 persen naik di tahun 2017 sebesar 6,01 persen, dengan laju inflasi mencapai 3,37 persen, dan realisasi investasi mencapai Rp10,4 triliun.
"Ini pencapaian yang luar biasa. Namun kami tidak boleh berpuas diri, melainkan harus terus meningkatkan prestasi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Apri mengatakan era otonomi daerah menuntut setiap pemerintah daerah lebih mandiri dan kreatif dalam mencari sumber-sumber pendapatan. Pemda juga harus aktif mencari berbagai peluang yang bisa dijadikan sebagai sumber pemasukan kas daerah.?
Sementara menyikapi defisit keuangan akibat dari penurunan dana perimbangan berupa dana bagi hasil, dana alokasi khusus dan dana alokasi umum yang terjadi setiap tahunnya, Apri menegaskan pemda harus mampu menyusun dan menyiasati setiap program kerja.
"Rasionalisasi program kerja perangkat daerah serta efisiensi belanja , merupakan salah satu formulasi kerja yang harus dilakukan setiap tahunnya " ujarnya.
Pewarta : Nikolas Panama
Editor:
Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
