Tim Kepresidenan tinjau aset BP Batam dialihkan

id tim kepresidenan,aset ,bp batam

Logo Pemkot Batam

Masih ada aset yang bisa diserahterimakan untuk kepentingan masyarakat. Sehingga kami bisa fokus pada upaya menggerakkan ekonomi di Kota Batam
Batam (Antaranews Kepri) - Tim Kepresidenan, Jumat ini mulai meninjau enam aset milik Badan Pengusahaan (BP) Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas Batam yang akan dialihkan ke Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau.

"Hari ini Tim Kepresidenan meninjau seluruh aset yang akan diserahterimakan, mulai pagi," kata Kepala Bagian Humas Pemkot Batam, Yudi Admaji di Batam, Jumat.

Sebanyak enam aset yang rencananya akan diserahterimakan kepada Pemkot Batam yaitu Masjid Raya Batam, Kantor Wali Kota, Kantor DPRD, Masjid Baiturrahman, Tempat Pembuangan Akhir Telaga Punggur dan Pasar Induk Jodoh.

Yudi menjelaskan Tim Kepresidenan akan mulai dengan meninjau aset di TPA Telaga Punggur, kemudian Masjid Raya Batam, Kantor Wali Kota serta Kantor DPRD Kota yang letaknya berseberangan. Setelah makan siang dilanjutkan dengan melihat Masjid Baiturrahman dan Pasar Induk Jodoh.

Sebelumnya, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menyatakan Tim Kepresidenan datang untuk melihat langsung aset yang dialihkan.

Rudi menyatakan berdasarkan aturan, peralihan aset yang nilainya di atas Rp10 miliar wajib dengan persetujuan Presiden, makanya tim dari Jakarta akan turun langsung ke Batam.

Ia berharap serah terima aset dapat segera dilaksanakan agar pemugaran terhadap bangunan-bangunan itu dapat dimulai demi kesejahteraan masyarakat.

Selain enam aset besar itu, Wali Kota Batam dan Kepala BP Kawasan Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo telah menandatangani nota kesepahaman pinjam pakai aset 669 ruas jalan.

Wali Kota menyatakan dengan nota kesepahaman itu, Pemkot Batam bisa memelihara dan memanfaatkan ruas jalan untuk kepentingan masyarakat.

Sementara itu, Lukita yang pernah menjabat Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengatakan BP Kawasan Batam ingin berpartisipasi dalam pembangunan Kota Batam

"Masih ada aset yang bisa diserahterimakan untuk kepentingan masyarakat. Sehingga kami bisa fokus pada upaya menggerakkan ekonomi di Kota Batam," kata dia.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar