Logo Header Antaranews Kepri

Ketua DPRD Kepri beri dukungan moril kepada Aksa

Rabu, 25 April 2018 11:12 WIB
Image Print
Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak (Foto: Istimewa)

Batam (Antaranews Kepri) - Ketua DPRD Provinsi Kepri Jumaga Nadeak memberikan semangat sekaligus dukungan moril kepada Aksa Halatu tersangka acara pesta rakyat berbau tari erotis di dataran Engku Putri Kota Batam.

“Masih ada saudara, sahabat dan keluarga yang memperhatikanmu, kamu harus tegar, tetap semangat dan jangan putus Asa,” kata Jumaga saat menjenguknya di tahanan Mapolresta Barelang, di Batam, Selasa.

Dari rilis yang diberikan humas DPRD Kepri kasus yang menimpa Aksa kata Jumaga, dapat menjadi pelajaran bagi siapapun untuk berhati-hati dalam bertindak.

Tidak hanya menyemangati, Jumaga meminta Aksa kooperatif selama pemeriksaan.

“Ceritakan saja apa yang kamu ketahui, rasakan, seperti janji pak Soerya kami akan memberikan bantuan hukum jika dibutuhkan,” tuturnya.

Aksa berharap agar Jumaga dan tokoh lainnya dapat membantunya keluar dari masalah hukum yang membelitnya. “Kawan-kawan lintas partai, kawan-kawan aktifis, mohon berikanlah semangat kepada saya. Bantu lah saya,” kata Aksa.

Aksa tidak mengira jika pesta rakyat yang digagasnya berujung jeruji penjara. “Saya memang khilaf tapi itu karena saya terlalu semangat usai dilantik dsn aya menari-nari gembira bersama mereka,” ujar Aksa.

Aksa berharap aparat penegak hukum mempertimbangkan kembali pasal-pasal yang menjeratnya. Selain itu Aksa menyampaikan maaf kepada masyarakat. “Saya orangtua tunggal. Anak saya yang urus, ibu sayapun, saya yang urus. Mohon bantuannya,” kata Aksa.

Himbau pengacara upayakan penangguhan penahanan

Ditempat terpisah mantan Wakil Gubernur Kepri Soerya Respationo mengirim surat terbuka kepada pengacara keenam tersangka. Ia meminta agar para pengacara tersangka dapat mengupayakan penangguhan penahanan.

Pertimbangannya adalah seluruh tersangka masih muda. Tersangka atas nama Haryono dan Aksa Halatu kata Soerya merupakan tulang punggung keluarga.

“Aksa dan Haryono, tulang punggung keluarga. Aksa adalah seorang single parent (orangtua tunggal) dengan dua anak yang masih balita,” kata Soerya.

Selain itu, Ia menilai para tersangka bersikap kooperatif dalam menjalani pemeriksaan polisi dan tidak akan melarikan diri.

“Maka dari itu, Saya akan mengirim surat terbuka kepada rekan-rekan lawyers para tersangka,” tutupnya.(Antara)



Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026