Logo Header Antaranews Kepri

Sektor pariwisata diuntungkan ketika nilai rupiah melemah

Kamis, 5 Juli 2018 18:19 WIB
Image Print
Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo (baju hitam) bersama masyarakat Kota Batam saat menggelar gladi bersih Batam Menari. (Antaranews Kepri/Pradanna Putra)
Lukita menambahkan saat ini pemerintah akan mengucurkan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) terutama untuk pelaku UMKM yang bergerak dibidang pariwisata.

Batam (Antaranews Kepri) - Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan pariwisata merupakan sektor yang paling diuntungkan ketika nilai tukar rupiah melemah dari dolar amerika.

"Kita akan terus mendorong pariwisata di Batam dan secara nasional pemerintah menyatakan akan mengenjot pariwisata," kata Lukita, di Batam, Kamis.

Lukita menambahkan saat ini pemerintah akan mengucurkan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) terutama untuk pelaku UMKM yang bergerak dibidang pariwisata.

Sementara itu Ketua Association of the Indonesian Tour and Travel Agencies (Asita) Provinsi Kepulauan Riau, Andika Lim mengatakan hingga Mei 2018 jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kepri mencapai 944.536 orang.

Dari jumlah tersebut lanjut Andika, 73,42 persen wisman masuk melalui Kota Batam.

"Yang harus menjadi perhatian pemerintah adalah menjaga objek wisata yang sudah ada dan membangun objek wisata baru," kata dia.

Dengan begitu jumlah wisman yang datang ke Kota Batam akan semakin banyak setiap tahunnya.

"Hingga Mei 2018 jumlah turis yang berkunjung ke Batam naik 11,01 persen atau 693.435 orang," kata Andika.

Jumlah tersebut kata Andika jauh lebih besar dibandingkan tahun 2017 yang hanya 624.659 orang.

Sementara jumlah kunjungan wisman ke Provinsi Kepri hingga Mei 2018 naik 13,76 persen.

Sebelumnya BP Batam mengkampanyekan Batam 7 FunTastic yang merupakan salah satu cara untuk mempromosikan pariwisata di Batam.

Batam 7 FunTastic terdiri dari FunTastic Nature and Ecotourism, shopping paradise and culinary taste, health and wellness tourism, MICE, coastal and marine tourism, man made features and sport tourism dan terakhir religiuos and historical culture tourism.(Antara)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026