Tidak ada desa yang terisolir di Karimun

id Daerah terisolir,Kabupaten karimun

Bupati Karimun Aunur Rafiq (Antaranews Kepri/Nursali)

Pemerintah daerah, kata dia, juga mendorong semua desa segera memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai badan usaha untuk membangun perekonomian desa.
Karimun (Antaranews Kepri) - Bupati Karimun, Kepulauan Riau, Aunur Rafiq menyatakan di wilayahnya tidak ada desa yang terisolasi dan tertinggal.

"Tidak ada desa yang terisolasi dan tertinggal. Semua desa sudah terbuka dengan baik, mulai dari infrastruktur, jalan aksesnya," kata dia di Tanjung Balai Karimun.

Aunur Rafiq mengatakan pembangunan di semua desa telah berjalan dan tidak lagi terisolasi karena memiliki akses transportasi dengan baik, tinggal bagaimana melakukan percepatan dan penguatan pembangunan masing-masing desa.

"Kita dalam penguatan. Bagaimana perbandingan yang seimbang antara satu desa dengan desa lain sehingga sama-sama tumbuh, sesuai potensi dan sumber daya alamnya," kata dia.

Dia menjelaskan, pemerintah daerah telah meletakkan kebijakan pembangunan daerah pedesaan, yaitu penguatan dan percepatan pembangunan infrastruktur seperti air bersih, jalan. Kemudian, pembangunan bidang pendidikan dan kesehatan dan perekonomian seperti pertanian dan perikanan.

Untuk penguatan dan percepatan pembangunan desa, menurut dia, ada tiga sumber dana yang dikucurkan untuk setiap desa, yaitu dana desa dari pemerintah pusat yang sudah diberikan dalam dua tahun terakhir, kemudian alokasi dana desa serta pembangunan yang bersumber langsung dari APBD.

"Kita sudah berbuat berbagai hal, dan memang belum semuanya berjalan dengan baik," katanya.

Dia berharap dana desa dan ADD bisa membangun kemandirian desa yang melaksanakan pembangunan berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa).

Pemerintah daerah, kata dia, juga mendorong semua desa segera memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai badan usaha untuk membangun perekonomian desa.

"Kita giring dan dorong agar semua desa memiliki BUMDes. BUMDes wajib dimiliki setiap desa," kata Aunur Rafiq.

Keberadaan BUMDes, lanjut dia, diharapkan mempercepat penguatan ekonomi desa sehingga dapat memperkecil ketimpangan dibandingkan desa yang lain.

"Kebijakan penguatan ekonomi desa itu berbeda-beda yang disesuaikan dengan kondisi, ada nelayan, pertanian, buruh dan jasa," kata dia.

BUMDes, menurut dia, merupakan soko guru penguatan perekonomian nasional yang diharapkan menjadi tulang punggung pembangunan yang dimulai dari desa. (Antara)
Pewarta :
Editor: Danna Tampi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar