Bupati: BPR Karimun masih "kurang sehat"

id Bupati Karimun,Aunur Rafiq,BPR Karimun,BUMD Karimun

Bupati Karimun Aunur Rafiq (Antaranews Kepri/Nursali)

BPR sebetulnya sekarang sudah untung, tapi masih ada tanggung jawab yang harus diselesaikan. Direksinya menargetkan akhir tahun sudah pulih sehingga bisa menyetor ke kas daerah pada 2019
Karimun (Antaranews Kepri) - Bupati Karimun, Kepulauan Riau, Aunur Rafiq mengatakan Badan Perkreditan Rakyat (BPR) Karimun, masih kurang sehat setelah direksi sebelumnya yang ditahan kejaksaan terkait kasus korupsi senilai Rp3 miliar pada 2015.

"BPR baru pada posisi kurang sehat, dari sakit karena kasus korupsi direksi sebelumnya hampir Rp3 miliar," kata bupati di Tanjung Balai Karimun, Jumat.

BPR Karimun merupakan satu dari empat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), tiga lainnya Perusda, PT Karya Karimun Mandiri dan PDAM Tirta Karimun.

Saat ini, kata dia, BPR Karimun masih dalam tahap pembenahan keuangan sehingga belum bisa memberikan kontribusi ke kas daerah.

"BPR sebetulnya sekarang sudah untung, tapi masih ada tanggung jawab yang harus diselesaikan. Direksinya menargetkan akhir tahun sudah pulih sehingga bisa menyetor ke kas daerah pada 2019," tuturnya.

Dia mengatakan, BPR dan tiga BUMD lainnya baru saja menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), masing-masing memaparkan kondisi keuangan, termasuk kontribusi ke kas daerah dari laba bersih tahun buku 2017.

PT KKM selaku Badan Usaha Pelabuhan (BUP) milik daerah, menurut dia, merupakan BUMD yang paling maksimal dalam memberikan kontribusi ke kas daerah.

Untuk tahun buku 2017, PT KKM menyetor Rp1 miliar dari Rp1,53 miliar laba bersih yang diperoleh BUMD.?

PT KKM membukukan keuntungan Rp1,53 miliar dari pengelolaan Pelabuhan Kargo dan Roro Parit Rempak, Pelabuhan Sri Tanjung Gelam, Pelabuhan Putri Tanjung Maqom, Pelabuhan penumpang dan bongkar muat di Tanjung Berlian dan pelabuhan bongkar muat di Kecamatan Moro.

Sedangkan Perusda, kata bupati, menyetor ke kas daerah sebesar Rp164 juta dari laba bersih yang diperoleh dari pengelolaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Poros dan sejumlah pasar.

Terakhir PDAM Tirta Karimun pada tahun ketiga sejak didirikan baru dalam tahap pengembangan dan peningkatan sarana prasarana, seperti investasi penambahan emtek, perbaikan kebocoran pipa dan jaringan.

"PDAM posisinya belum untung, tapi mudah-mudahan 2019 sudah bisa setor ke kas daerah dengan adanya kenaikan tarif air dari Rp850 menjadi Rp2.500 per meter kubik," kata dia.
Pewarta :
Editor: Kabiro kepri
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar