Logo Header Antaranews Kepri

PPIH ingatkan jamaah tidak bawa banyak uang

Sabtu, 4 Agustus 2018 16:29 WIB
Image Print
Dokumentasi sejumlah jamaah calon haji dari Sumatera Utara memakai ihram saat tiba di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah Arab Saudi, Jumat (14/10). Berbeda dengan gelombang pertama yang ke Madinah, untuk gelombang dua langsung ke Mekkah untuk melaksanakan umroh. (FOTO ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)
Berdasarkan informasi Romadi, banyak kasus jamaah yang kehilangan uang, entah karena terjatuh ataupun dicopet.

Batam (Antaranews Kepri) - Panitia Pelaksana Ibadah Haji Arab Saudi mengingatkan jamaah calon haji tidak membawa uang banyak ketika berada di sekitar Masjidil Haram karena banyak jamaah yang mengeluhkan kehilangan uang.

"PPIH Arab Saudi, Romadi yang kami hubungi dari Batam, mengatakan jamaah diharapkan untuk tidak membawa uang yang banyak dan senantiasa waspada bila berada di tempat-tempat keramaian," kata Kepala Sub Bagian Informasi dan Humas Panitia Pelaksana Ibadah Haji Embarkasi Hang Nadim Batam, Syahbudi, Sabtu.

Berdasarkan informasi Romadi, banyak kasus jamaah yang kehilangan uang, entah karena terjatuh ataupun dicopet.

Romadi juga memberitahu, saat ini jamaah yang berada di Mekah mulai melaksanakan umroh.

"Dari informasi yang didapat, umumnya JCH terlalu bersemangat untuk segera melakukan ibadah umrah saat tiba di Makkah. Sehingga mereka mengabaikan istirahat dan makan, akibatnya daya tahan tubuh menurun akhirnya jatuh sakit," kata Syahbudi.

Sementara itu, hingga kini, Embarkasi Hang Nadim Batam telah memberangkatkan 7.178 orang calon haji.

Pada musim haji tahun ini, Embarkasi Hang Nadim Batam melayani 11.894 JCH, yang terdiri dari Provinsi Kepri sebanyak 1.268 orang, Provinsi Riau 5.050 orang, Provinsi Kalimantan Barat sebanyak 2.526 orang dan Provinsi Jambi sebanyak 2.915 orang.

Jadwal pemberangkatan JCH Embarkasi Batam terbagi ke dalam 2 gelombang, yaitu Batam-Madinah untuk Kloter 1-10 dan Batam-Jedah untuk kloter 11-27. (Antara)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026