Kemenpar kembangkan Pulau Ngenang jadi kampung tenun

id Kampung tenun,Batam,Pulau ngenang

Kadisperindag Kota Batam Zarefriadi (Antaranews Kepri/Messa Haris)

Menurut Zaref, dalam kunjungan itu, rombongan Kementerian Pariwisata setuju, bahwa Pulau Ngenang cocok dijadikan destinasi wisata Kota Batam.
Batam (Antaranews Kepri) - Kementerian Pariwisata berencana mengembangkan Pulau Ngenang di Kota Batam, Kepulauan Riau, menjadi kampung tenun demi menarik kunjungan wisatawan dari dalam dan luar negeri.

"Kemarin, kami bersama perwakilan dari Kementerian Pariwisata ke Pulau Ngenang untuk melihat Kampung Tenun yang sedang dikembangkan di sana. Jika memang bagus, mereka siap mempromosikannya," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Zarefriadi di Batam, Kamis.

Rombongan dari Kementerian Pariwisata sengaja datang untuk melihat potensi yang dimiliki Pulau Ngenang agar bisa dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan.

Menurut Zaref, dalam kunjungan itu, rombongan Kementerian Pariwisata setuju, bahwa Pulau Ngenang cocok dijadikan destinasi wisata Kota Batam. Selain pulaunya yang masih asri, kearifan lokal masih terjaga, suasananya pun nyaman bagi wisatawan.

Kampung Tenun yang dikembangkan di sana juga akan menjadi nilai tambah Pulau Ngenang.

Awalnya, Pulau Ngenang dirancang menjadi Kampung Tenun oleh Dekranasda Kota Batam bersama pemerintah kota. Menurut Zaref, meskipun baru dirancang Mei lalu, dengan mendatangkan pengrajin tenun dari Sumatera Utara, namun, masyarakat sudah mulai berproduksi.

"Sudah ada hasil tenunannya. Tapi jumlahnya masih terbatas, belum banyak. Besok rencananya dipamerkan," kata dia.

Ia mengatakan desain tenun warga Pulau Ngenang tetap mencerminkan budaya Melayu khas Kota Batam.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Batam, Marlin Agustina Rudi, mengatakan Pulau Ngenang cocok menjadi tujuan wisata, karena alamnya yang indah, pulau itu juga relatif mudah dijangkau. Apalagi dengan Kampung Tenun yang menambah daya tariknya.

Pelancong hanya perlu menempuh perjalanan menggunakan kapal selama 10 hingga 15 menit dari pulau utama Batan.

"Dengan adanya tenun Batam diharapkan dapat mempromosikan Kota Batam kepada masyarakat luas," ujarnya.

Dia berharap, ilmu tenun yang diajarkan dapat menjadi kearifan lokal masyarakat setempat dan terus ditularkan ke generasi berikutnya. Dengan begitu, Pulau Ngenang akan dikenal sebagai kampung tenun yang menghasilkan kain yang indah.

Ia berkomitmen untuk terus mendukung program dengan menambah alat tenun, bila kegiatan itu berkembang. (Antara)
Pewarta :
Editor: Danna Tampi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar