BUMN Hadir - Rahmawan unggulkan seni batik SLB lewat SMN

id penyandang disabilitas,SLB,Tanjungpinang,seni lukis batik,siswa mengenal nusantara,BUMN Hadir untuk Negeri,SMN

Mas Rahmawan tampak sedang melukis batik di ruang keterampilan SLB Negeri 2 Tanjungpinang. Ia adalah satu dari 24 peserta Siswa Mengenal Nusantara (SMN) 2018. (Antaranews Kepri/Saud MC Kashmir)

Selama ini kebanyakan penyandang berkebutuhan khusus berorientasi kerja di perkantoran. Padahal masih banyak pekerjaan lain yang bisa dilakukan
SEMANGAT seorang Mas Rahmawan dalam menimba ilmu merupakan nilai tambah yang patut dicontoh oleh kalangan pelajar saat ini.

Karena sebagai penyandang disabilitas, ia tidak hanya terpaku pada akademik sekolah, melainkan membekali diri dengan keterampilan lain untuk bekal pasca sekolah nanti.

Bekal yang ditekuni Mas Rahmawan siswa kelas XI di Sekolah Luar Biasa Negeri 2 Tanjungpinang tersebut adalah seni melukis batik yang ditoreh dengan menggunakan canting berisi malam.

Dengan bahasa isyarat, pelajar kelahiran Tanjungpinang 26 Maret 2002 ini akan memperkenalkan seni melukis butik kepada pelajar lain di Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) 2018.

Program yang diselenggarakan oleh PT Pelindo 1, LKBN Antara, dan Persero Batam, membuat Rahmawan ingin sekali mempromosikan  sekolahnya ke NTB. Dengan alasan, SLB Negeri 2 Tanjungpinang mengajarkan banyak program pengembangan diri, salah satunya seni melukis batik.

Penyandang disabilitas tuna rungu sejak kecil ini menyadari era globalisasi menjadi rintangan untuk memperoleh pekerjaan. Oleh karena itu, dengan dibukanya kelas batik, dan sejumlah kelas pengembangan diri lainnya membuat ia yakin skil yang ia peroleh bisa turut sukses bersama generasi muda lainnya.

"Selama ini kebanyakan penyandang berkebutuhan khusus berorientasi kerja di perkantoran. Padahal masih banyak pekerjaan lain yang bisa dilakukan," ucapnya.

Melalui guru pendamping, anak sulung dari 4 bersaudara pasangan Tinggal Idris dan Konarsih ini mengatakan bahwa program SMN 2018 diharapkan dapat memberikan semangat bagi disabilitas lain, khususnya tuna rungu lainnya untuk tetap bersekolah.

"Karena dengan bersekolah, memiliki banyak pengalaman, dan bisa berkesempatan ikut SMN," tuturnya.

Meskipun ayah bekerja sebagai buruh bangunan dan dibesarkan dengan keluarga tidak mampu, Rahmawan mengaku bangga karena bisa mewakili keluarganya ikut sebagai peserta dari program BUMN Hadir Untuk Negeri yakni SMN 2018.

"Orang tua sangat mendukung saya ikut SMN ini, dan orang tua selalu doakan saya sukses," ujarnya.

Di sisi lain, Rahmawan turut berbelasungkawa terhadap masyarakat yang menjadi korban gempa bumi di NTB.

"Saya rasa kasihan kepada teman-teman di NTB, semoga NTB bisa kembali bangkit dan semangat dari masalah ini," tuturnya.

Baca juga: BUMN Hadir - Populerkan pantun Melayu di ajang SMN

Baca juga: BUMN Hadir - Manfaatkan SMN untuk berbagi informasi edukatif
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar