Disnaker Batam minta perusahaan asing terbuka

id Disnaker Batam,dinas ketenagakerjaan,batam,keuangan,manajemen,perusahaan,asing

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Sakyakirti. (ANTARA News Kepri/Pradanna Putra)

Saran saya bagi manajemen perusahaan asing, kalau ada masalah langsung konsultasi dengan Disnaker, jangan tertutup
Batam (Antaranews Kepri) - Dinas Ketenagakerjaan Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau meminta seluruh perusahaan asing terbuka soal kondisi keuangannya.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Kadisnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti, di Batam Rabu, mengatakan, banyaknya perusahaan asing yang tutup dikarenakan manajemennya enggan menyampaikan atau melaporkan kondisi keuangan.

"Saran saya bagi manajemen perusahaan asing, kalau ada masalah langsung konsultasi dengan Disnaker, jangan tertutup," kata Rudi. 

Kata Rudi, manajemen dipastikan mengetahui kondisi dari perusahaan tempatnya bekerja, sehingga pihaknya dapat melakukan tindakan apabila ada perusahaan asing yang kondisi keuangannya tidak sehat.

"Saya jamin kerahasiaan yang melapor ke kita," katanya.

Rudi menjelaskan, kaburnya Futakata, pemilik PT Nagano Drilube Indonesia yang beroperasi di Batamindo, juga disebabkan manajemen yang tertutup. 

"Manajemenkan sebenarnya sudah tahu kondisi dari perusahaan tersebut, seharusnya ini bisa disampaikan ke kita," ujarnya.

Rudi menambahkan pihaknya saat ini sedang memfasilitasi agar manajemen yang ada di Kota Batam tetap menjaga komunikasi dengan manajemen perusahaan di Jepang. 

Dengan harapan sang pemilik perusahaan bersedia memberikan hak-hak karyawannya yang belum terselesaikan.

"Karyawannya ada 52 orang dan kita juga sedang mencoba memfasilitasi para pekerja PT Nagano agar uang mereka di BPJS Ketenagakerjaan bisa dicairkan segera," ujar Rudi. 

Selain itu kata Rudi, pihaknya telah melakukan rapat dengan manajemen PT Nagano yang ada di Kota Batam, pihak Batamindo, BKPM dan Tunas Karya, umtuk bersama-sama menyelesaikan masalah tersebut. 

General Manager Affair Batamindo Tjaw Hoeing mengatakan pihaknya sudah tidak berkomunikasi lagi dengan Presiden Direktur PT Nagano sejak Selasa (4/9).

"Laporan 'plan manager-nya, Presdir Nagano sudah menghilang sejak seminggu yang lalu," kata Tjaw. 

Tjaw mengatakan PT Nagano merupakan perusahaan subkon asal Jepang yang bergerak di bidang pengecatan dan beroperasi di Batamindo sejak 1996. 

Tjaw berharap BP dan Pemkot Batam membantu memperjuangkan nasib karyawan PT Nagano.(Antara) 
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar