DPR setujui Batam jadi hub logistik

id BP Batam

Ketua Komisi VI DPR RI, Teguh Juwarno (kiri) bersama Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo memberikan keterangan pers bersama usai menggelar pertemuan di Batam, Rabu (10/10). (Antaranews Kepri/Messa Haris)

DPR setujui Batam jadi hub logistik

Batam (Antaranews Kepri) - Ketua Komisi VI DPR RI, Teguh Juwarno menyatakan pihaknya akan memenuhi seluruh usulan anggaran yang disampaikan Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk mendorong pembangunan infrastruktur di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Teguh, di Batam, Rabu, mengatakan ada satu hal yang cukup menarik dan menjadi catatan penting pihaknya yang disampaikan Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo saat melakukan pertemuan dengan Komisi VI, yaitu menjadikan Kota Batam sebagai hub logistik.

"Ini sangat menarik bagi kami, karena bukan hanya menjadi hub logistik nasional tapi juga internasional," katanya. 

Teguh menambahkan, Batam tidak hanya memiliki keunggulan komparatif dari sisi pelabuhan dan Bandara. 

Dalam pertemuan tersebut, lanjutnya Kepala BP Batam juga memaparkan impian mereka dalam lima hingga 20 tahun ke depan.

"Bentuk konkrit yang disampaikan tadi yaitu Batam akan menjadi hub logistik internasional, dimana semua yang terkait dengan distribusi logistik bisa dilakukan di Batam," ujarnya.

Terlebih saat ini seluruh jual beli di Indonesia, mayoritas sudah dilakukan dengan sistem online. 

"Selain itu aspek industri perawatan pesawat juga bisa dilakukan di sini dan itu akan mengerakan perekonomian Kota Batam ke depan," paparnya.  

Hal itu lanjutnya dapat diwujudkan apabila ada dukungan secara politik dan secara konkrit dari pemerintah pusat. 

Komisi VI kata Teguh, terus mendorong BP Batam untuk terus membangun infrastruktur yang menuju kawasan industri bisa segera diwujudkan. 

"Kalau inisiatif jalan tol itu di kementerian PU, kalau masalah usulan anggaran BP Batam akan kami penuhi seluruhnya," ujarnya

Pihaknya saat ini sedang membahas usulan tambahan anggaran BP Batam sekitar Rp225 miliar untuk pengembangan infrastruktur dari Bandara Hang Nadim menuju kawasan industri dan pelabuhan. 

"Sekarang lagi kita dibicarakan dengan kementerian keuangan dan itu pasti akan dilihat kemampuan pemerintah bisa dipenuhi atau tidak," katanya.

Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo, mengatakan dalam pertemuan tersebut pihaknya melakukan diskusi pengembangan industri di Kota Batam. 

"Dukungan dari komisi VI sangat luar biasa, baik dalam rangka anggaran kebijakan maupun kerangka kebijakan," katanya. 

Lukita mengatakan dalam pertemuan tersebut dibahas mengenai sinkroniasi kebijakan BP Batam dengan pemerintah pusat. 

Terkait anggaran, Lukita menyampaikan Komisi VI sudah menyetujui penambahan anggaran BP Batam Rp340 miliar.

Sehingga anggaran mereka diestimasikan mencapai Rp1,8 trilun.

"Tapi jika penambahan anggaran yang Rp225 miliar kembali disetujui, maka anggaran kita di 2019 mencapai Rp2 triliun dan itu sudah termasuk PNBP," katanya.

Lukita menambahkan PNBP BP Batam di 2018, sekitar Rp1,2 triliun dan tahun depan targetnya naik 15 persen dari tahun 2018.
Pewarta :
Editor: Joko Sulistyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar