Tingkat pengangguran Kepri 7,12 persen

id pengangguran,kepri,bps

Badan Pusat Statistik

Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Badan Pusat Statistik mencatat tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Kepulauan Riau pada Agustus 2018 mencapai 7,12 persen dengan jumlah angkatan kerja sebanyak 970.132 orang.

Kepala BPS Kepri Zulkipli, di Tanjungpinang, Selasa, mengatakan, penduduk yang bekerja pada saat itu sebanyak 901.109 orang.

"Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kepri pada Agustus 2018 mencapai 7,12 persen, turun dibandingkan dengan Agustus 2017 yang mencapai sebesar 7,16 persen," kata dia.

BPS juga mencatat, jumlah angkatan kerja pada Agustus 2018 bertambah sebanyak 4.041 orang dibandingkan Agustus 2017. Sementara jumlah pengangguran pada Agustus 2018 hanya turun 47 orang jika dibandingkan Agustus 2017.

"TPT indikator yang dapat digunakan untuk mengukur?tingkat penawaran tenaga kerja yang tidak digunakan atau tidak terserap oleh pasar kerja," ucapnya.

Ia menambahkan TPT di perkotaan tercatat lebih tinggi dibanding pedesaan. Pada Agustus 2018 TPT perkotaan sebesar 7,69 persen sedang di pedesaan sebesar 2,77 persen. Dibandingkan setahun yang lalu, TPT di perkotaan mengalami peningkatan sebesar 0,28 poin, sedangkan TPT perdesaan menurun sebesar 2,62 poin.

Sementara dari tingkat pendidikan pada Agustus 2018, TPT untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih mendominasi di antara tingkat pendidikan lain yaitu sebesar 12,98 persen. TPT tertinggi berikutnya terdapat pada Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar 10,91 persen.

"Dengan kata lain, ada penawaran tenaga kerja yang tidak terserap terutama pada tingkat pendidikan SMK dan SMA sedangkan dibandingkan kondisi setahun yang lalu yaitu Agustus 2017, peningkatan TPT hanya terjadi pada tingkat pendidikan SMA dan SMK, sedangkan TPT pada tingkat pendidikan lainnya mengalami penurunan," ujarnya.

Zulkipli mengemukakan jumlah penduduk yang bekerja pada setiap kategori lapangan pekerjaan menunjukkan kemampuan dalam penyerapan tenaga kerja.

Struktur penduduk bekerja menurut lapangan pekerjaan pada Agustus 2018 masih didominasi oleh tiga lapangan pekerjaan utama yaitu industri pengolahan sebesar 23,37 persen, perdagangan 19,35 persen, dan konstruksi sebesar 9,44 persen.

Sementara berdasarkan tren lapangan pekerjaan selama Agustus 2017-Agustus 2018, lapangan?usaha mengalami peningkatan persentase penduduk yang bekerja terutama pada industri pengolahan 1,68 poin, jasa lainnya 1,59 poin, dan transportasi dan gudang 1,42 poin.

Sedangkan lapangan pekerjaan yang mengalami penurunan utamanya pada perdagangan 2,27 poin, jasa perusahaan 1,42 poin dan pemerintahan 1,29 poin.

Dari seluruh penduduk bekerja pada Agustus 2018, status pekerjaan utama yang terbanyak sebagai buruh, karyawan, pegawai sebanyak 63,77 persen, diikuti status berusaha sendiri 20,56 persen, berusaha dibantu buruh tidak tetap atay buruh tidak dibayar 4,43 persen, dan pekerja keluarga?4,41 persen.

Sementara penduduk yang bekerja dengan status berusaha dibantu buruh tetap memiliki persentase yang paling kecil yaitu sebesar 3,37 persen.

Dalam setahun terakhir (Agustus 2017-Agustus 2018), peningkatan persentase penduduk bekerja terdapat pada status berusaha sendiri 1,84 poin, pekerja keluargaatau tak dibayar 0,64 poin, dan berusaha dibantu buruh tetap 0,10 poin. Penurunan terjadi pada status buruh, karyawan, pegawai sebesar 1,47 poin, berusaha dibantu buruh tidak tetap sebesar 1,04 poin, dan pekerja bebas sebesar 0,08 poin.

Penyerapan tenaga kerja hingga Agustus 2018 didominasi oleh penduduk bekerja berpendidikan SMA sebanyak 229.854 orang (25,51 persen), SD ke Bawah sebanyak 205.800?orang (22,84 persen), SMK sebanyak 184.948 orang (20,53 persen), 122.396 orang (13,58 persen) berpendidikan Universitas, SMP sebanyak 109.442 orang (12,15 persen), dan terkhir penduduk bekerja yang berpendidikan Diploma ada sebanyak 48.579 orang (5,39 persen).

BPS juga mencatat, dalam setahun terakhir, persentase penduduk bekerja berpendidikan SMA menurun dari 28,89 persen pada Agustus 2017 menjadi 25,51 persen pada Agustus 2018. 
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar