Pemkot optimistis pajak hotel meningkat 97,98 persen

id pajak hotel,batam

Ilustrasi taat pajak (Antaranews)

Asumsi umum pertumbuhan ekonomi 2019 lebih semarak, juga dari sektor tumbuhnya properti yakin meningkat maksimal sehingga kunjungan makin banyak, transaksi banyak dan terekam
Batam (ANTARANews Kepri) - Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, optimistis penerimaan pajak hotel, restoran, tempat hiburan, dan parkir mampu meningkat 97,98 persen pada 2019 dibandingkan 2018.

"Kami optimis, dengan penggunaan `tapping box` sebanyak 500 yang fungsional pada 2019," kata Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Restribusi Daerah Kota Batam, Raja Azmansyah di Batam, Sabtu.

"Tapping box" merupakan alat perekam transaksi di tempat usaha milik wajib pajak yang terhubung langsung dengan pusat data milik pemerintah, demi meminimalkan kecurangan pembayaran pajak.

Ia mengatakan target peningkatan penerimaan pajak hingga 97,98 persen, berdasarkan asumsi pertumbuhan ekonomi Batam pada 2019 yang diperkirakan terus menguat. Ditambah dengan bertambahnya angka kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik ke kota itu, sehingga hunian hotel, belanja makan di restoran, tempat hiburan dan parkir meningkat.

"Asumsi umum pertumbuhan ekonomi 2019 lebih semarak, juga dari sektor tumbuhnya properti yakin meningkat maksimal sehingga kunjungan makin banyak, transaksi banyak dan terekam," kata dia.

Mulai tahun ini, Pemkot Batam menerapkan pajak dalam jaringan untuk 4 sektor pajak, menggunakan mesin perekam transaksi yang diletakkan di setiap tempat usaha wajib pajak.

Dengan mesin itu, setiap transaksi pembayaran pajak yang dibayarkan konsumen langsung terekam dan terkirim ke pusat data milik pemerintah, dalam waktu yang sama.

Keberadaan mesin dengan sistem baru itu yang membuat Pemkot Batam optimistis penerimaan pajak bisa lebih maksimal.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi menghitung, semestinya Pendapatan Asli Daerah Kota Batam, Kepulauan Riau pada 2017 mencapai Rp2 triliun, namun yang berhasil dikumpulkan Pemkot Batam hanya Rp1,1 triliun.

Pimpinan KPK Basaria Panjaitan mengatakan hampir setengah potensi PAD Batam tidak dapat diserap pemerintah daerah. Padahal, semestinya dana sebanyak itu bisa digunakan pemerintah untuk pembangunan demi kesejahteraan masyarakat.

Basaria enggan menduga, mengapa 50 persen potensi PAD tidak dapat diraup Pemkot beberapa tahun lalu. Sebaliknya, ia mengajak semua pihak optimsitis untuk melakukan perbaikan agar semakin banyak PAD yang dikumpulkan.

"Kenapa, tentu akan susah kalau mencari yang lalu. Kami buat baru dengan harapan bisa transparan. Dengan perbaikan sistem berbasis teknologi, dan dihubungkan dengan bank daerah. Supaya transparan, pemasukan terpantau, berapa jumlahnya setiap saat," kata dia.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar