Logo Header Antaranews Kepri

BI: inflasi November Kepri terbaik sepanjang 2018

Jumat, 7 Desember 2018 14:45 WIB
Image Print
Ilustrasi (Antara) (/)

Batam (ANTARANews Kepri) - Bank Indonesia menyatakan tingkat inflasi di Provinsi Kepulauan Riau pada November 2018 merupakan yang terbaik sepanjang 2018, yaitu mencapai 2,29 persen (Januari-November/year to date) atau 3,04 persen (November 2017-November 2018/year on year).

"Capaian inflasi November adalah terbaik sepanjang 2018. Level inflasi Kepri selalu berada di atas angka inflasi nasional," kata Kepala Perwakilan Kantor Bank Indonesia Kepri, Gusti Raizal Eka Putra di Batam, Sabtu.

Laju inflasi Kepri pada November itu lebih rendah dibandingkan nasional yang mencapai sebesar 2,50 persen (yoy) atau 3,23 persen (yoy).

Menurut dia, inflasi terutama disumbang kelompok "administered prices" (harga barang/jasa yang diatur pemerintah seperti BBM dan tarif dasar litrik), dan "volatile food" (kelompok bahan makanan yang mudah mengalami kenaikan harga), yang antara lain kenaikan harga produk beras, tarif listrik dan tembakau dan minuman beralkohol.

BI mencatat, berdasarkan kota penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK) periode November 2018 dibanding Oktober 2018 (mtm), Batam mengalami inflasi sebesar 0,13 persen (mtm) sementara Tanjungpinang mencatatkan inflasi sebesar 0,29 persen (mtm).

"Jika dilihat secara tahunan, inflasi Batam sebesar 2,74 persen (yoy), masih lebih tinggi dibandingkan inflasi Tanjungpinang sebesar 2,50 persen (yoy)," kata dia.

Sementara itu, BI memperkirakan laju inflasi Desember 2018 akan meningkat, didorong kenaikan harga pangan terutama komoditas holtikultura dan ikan segar yang dipengaruhi oleh curah hujan tinggi dan gelombang laut yang tinggi.

Selain itu, tekanan inflasi inti dan "administered prices" juga diperkirakan relatif tinggi, dipengaruhi pergerakan nilai tukar dan kenaikan tarif angkutan udara.

Meski begitu, ia optimistis, capaian inflasi Kepri 2018 diperkirakan masih berada pada koridor sasaran inflasi nasional sebesar 4 ? 1 persen (yoy).

BI akan terus melakukan pengendalian inflasi bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan pihak terkait lainnya.

Pengendalian inflasi, difokuskan untuk menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi bahan pangan.

Pihaknya juga akan mengotimalkan koordinasi dengan TPID, dengan fokus menjaga ketersediaan dan distribusi bahan pangan strategis, serta mendukung percepatan pembangunan infrastruktur logistik pangan dan terus mendorong ketahanan pangan daerah.

"Secara historis laju inflasi cenderung meningkat pada akhir tahun akibat peningkatan permintaan, sehingga diperlukan rencana aksi 4K, yaitu memastikan ketersediaan pasokan komoditas, menjaga kelancaran distribusi, memastikan keterjangkauan harga dan melakukan komunikasi kebijakan, yang terjadwal sampai dengan Desember 2018," kata dia.



Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026