Logo Header Antaranews Kepri

2018 inflasi di Kepri melebihi Nasional

Rabu, 2 Januari 2019 19:28 WIB
Image Print
Angkutan udara menjadi salah satu penyumbang inflasi terbesar di Kepri pada2018. (Antaranews Kepri/Ogen)
Transportasi udara tahun 2018 memang mengalami kenaikan cukup signifikan. Tidak hanya di Kepri, tapi juga hampir di wilayah tujuan wisata lainnya di Indonesia

Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri mencatat inflasi gabungan dua kota di wilayah Kepri (Batam dan Tanjungpinang) pada 2018 mencapai 3,47 persen, melebihi nasional sebesar 3,13 persen.

Menurut Kepala BPS Provinsi Kepri, Zulkipli, kendati lebih tinggi dari nasional, inflasi Kepri tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, dari 4,02 persen di 2017 menjadi 3,47 persen di 2018.

"Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kota Batam dan Kota Tanjungpinang tahun 2018, masing-masing menunjukkan inflasi sebesar 3,65 persen dan 2,36 persen," kata Kepala BPS Kepri, Zulkipli, Rabu (2/1).

Zulkipli menjelaskan, inflasi di Kepri di 2018 didorong oleh kenaikan sejumlah komoditas, antara lain, tarif angkutan udara naik sebesar 0,59 persen, tarif listrik naik 0,30 persen, harga beras naik 0,26 persen, dan tarif rokok naik 0,22 persen.

"Transportasi udara tahun 2018 memang mengalami kenaikan cukup signifikan. Tidak hanya di Kepri, tapi juga hampir di wilayah tujuan wisata lainnya di Indonesia," jelasnya.

Terkait kenaikan tarif pesawat dan komoditas beras di 2018, lanjut Zulkipli, BPS menyarankan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Kepri dapat melakukan upaya koordinasi bersama pihak penerbangan, agar tidak menaikan harga tiket terlalu tinggi. Begitu pula dengan pengawasan terhadap distribusi dan ketersediaan bahan makanan, supaya harga kebutuhan pangan tetap stabil.

"Saya pikir TPID sudah bekerja secara maksimal. Namun, memang ada beberapa hal yang di luar kendali mereka," tuturnya.

Zulkipli turut menambahkan, dari inflasi 23 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sumatera. Kota Batam dan Kota Tanjungpinang masing-masing menduduki peringkat ke-2 dan ke-6.

"Sedangkan secara nasional Batam dan Tanjungpinang menduduki peringkat ke-10 dan ke-21 dari 80 kota yang mengalami inflasi se-Indonesia," katanya.



Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026