Logo Header Antaranews Kepri

Pedagang Bazaar Tanjungpinang Imlek menolak pindah

Rabu, 9 Januari 2019 16:35 WIB
Image Print
Sejumlah pedagang bazar imlek tetap berjualan di Jalan Pasar Ikan. Mereka menolak pindah ke Jalan Teuku Umar. (Antaranews Kepri/Ogen)

Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Sejumlah pedagang bazar imlek yang sudah terlanjur berjualan di Jalan Pasar Ikan menolak instruksi Wali Kota Tanjungpinang untuk pindah ke Jalan Teuku Umar.

"Sudah nyaman di sini, lagipun sudah dua malam kami berjualan," kata seorang pedagang aksesoris, Ayin, Rabu (9/1).

Selain itu, Ayin menyatakan dirinya bersama pedagang lainnya sudah sekitar 15 tahun berjualan di Jalan Pasar Ikan Kota Tanjungpinang. Ia memilih lebih baik tidak berjualan, jika dipaksa memindahkan lapak jualannya ke Jalan Teuku Umar.

"Tidak ikut jualan, tidak jadi masalah," imbuhnya.

Pedagang lainnya Alan turut mengungkapkan keberatan pindah ke Jalan Teuku Umar. Dia ragu lokasi bazar imlek yang baru itu sepi pembeli. Sementara, tempat berjualannya saat ini setiap tahun selalu dipadati pengunjung.

"Dua malam jualan di sini saja masih sepi, apakah nanti kalau pindah ke sana dijamin ramai," ucapnya.

Terpisah tokoh masyarakat Tionghoa Tanjungpinang Accu menyampaikan rata-rata pedagang bazar imlek di Jalan Pasar Ikan bertempat tinggal di wilayah setempat. Mereka pada umumnya berjualan di depan Rumah dan Toko (Ruko) masing-masing.

"Mereka mengaku kerepotan membawa dagangannya ke Jalan Teuku Umar, cukup jauh soalnya," ujar Accu.

Terkait hal ini, Wali Kota Tanjungpinang Syahrul mengatakan pemindahan lokasi bazar imlek dari Jalan Pasar Ikan ke Pasar Teuku Umar ini merupakan kesepakatan bersama antara Pemko Tanjungpinang dengan seluruh pihak yang terkait. Bazar imlek Jalan Teuku Umar mulai dibuka, Rabu (9/1).

Syahrul mengimbau agar keputusan bersama ini dapat diterima oleh semua pihak, dan tidak ada lagi gesekan-gesekan yang timbul akibat kebijakan tersebut.

"Mari kita bersama-bersama menjaga Tanjungpinang agar tetap kondusif, aman, nyaman dalam harmoni kebhinnekaan. Jadikan perbedaan untuk saling melengkapi dan memajukan negeri yang kita cintai," sebut Syahrul.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026