Penjambretan turis Korea di Batam bisa pengaruhi kunjungan wisman

id Penjambretan turis,ketua dprd kepri

Ketua DPRD Provinsi Kepri, Jumaga Nadeak. (ANTARA/Ogen)

Tanjungpinang (ANTARA) - Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Jumaga Nadeak, menilai aksi penjambretan terhadap wisatawan mancanegara (Wisman) asal Korea di Kota Batam akan berdampak terhadap penurunan jumlah kunjungan wisman ke daerah itu.

Menurut Jumaga, korban tentu akan bercerita ke negara asalnya terkait peristiwa kriminal yang dialaminya itu. Hal ini akan menimbulkan efek jera, khususnya bagi wisman Korea yang hendak berkunjung ke Batam.

"Dengan kejadian ini bukan hanya wisman Korea, tapi wisman negara lainnya termasuk wisatawan lokal sudah pasti takut untuk datang ke Batam," kata Jumaga, di Tanjungpinang, Kamis (4/7).

Politisi PDI Perjuangan itu mengimbau pihak keamanan, pelaku wisata dan seluruh masyarakat bahu-membahu menciptakan Batam agar tetap kondusif, aman, dan nyaman sebagai daerah kunjungan wisata.

Selain itu, ia turut mengharapkan semua pihak dapat berlaku ramah-tamah terhadap lingkungan dan para wisatawan yang berkunjung ke Batam.

Apalagi selama ini, lanjut Jumaga, Batam menjadi pintu masuk utama sekaligus penyumbang terbesar kunjungan wisman ke Kepri.

"Sektor wisata merupakan modal kita meningkatkan perekonomian daerah. Tidak hanya di Batam, daerah-daerah lainnya di Kepri juga perlu didukung pariwisatanya," sebut Jumaga.

Aksi penjambretan terhadap WNA Korea Selatan bernama Lee, terjadi di Batam Centre, Selasa (2/7/). Saat ini kasus tersebut tengah ditangani pihak kepolisian setempat.
 
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar