Kisah dua bersaudara beda partai di DPRD Lingga

id Kisah dua bersaudara beda partai di DPRD Lingga

Kisah dua bersaudara beda partai di DPRD Lingga

Alpio Diaz Pawelloy (Depan) dan Neko Wesha Pawelloy (Belakang) saat diangkat sumpah jabatan pada pelantikan DPRD Kabupaten Lingga, Rabu (04/09) (Nurjali)

Politik itu kata orang dinamis, sejak kecil kami diajarkan disiplin oleh orang tua, dan saling bekerjasama dalam keluarga demi kebaikan bersama juga
Lingga (ANTARA) - Kisah dua bersaudara dari partai yang berbeda dan sempat bersebarangan pada Pemilu Presiden yang lalu, yaitu Partai Gerindra dan Partai Nasdem yang dilantik menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lingga, pada Rabu (04/09).

"Kami berjuang dari kecil, selalu bersama suka dan duka membantu ekonomi keluarga hingga tumbuh besar menjadi mitra politik di partai yang berbeda tapi memiliki keinginan yang sama untuk negara," kata Neko Wesha Pawelloy anggota DPRD Lingga dari Partai Nasdem, usai pelantikan kepada Antara.

Tidak pernah terpikirkan olehnya bahwa sang adik kandungnya tersebut, kini mengikuti jejaknya untuk menjadi anggota DPRD Kabupaten Lingga. Karena sebelumnya, adik kandungnya tersebut tidak terlihat sedikitpun gelagat akan terjun ke dunia politik.

Hal ini mengingatkan keduanya akan kisah masa kecilnya yang diungkapkannya saat ditemui usai pelantikan. 

Saat masih kecil, waktu duduk dibangku kelas dua Sekolah Dasar (SD) dan adiknya kala itu duduk di kelas satu SD mereka berdua menjadi penjual kue, saat pagi sebelum menuju sekolah maupun setelah pulang sekolah.

"Kami jualan kue berdua, karena waktu itu kondisi ekonomi keluarga tidaklah seperti saat ini," ujar mantan ketua Komisi I tersebut.

Saat beranjak dewasa Alpio Diaz Pawelloy yang dilantik menjadi anggota DPRD Kabupaten Lingga dari Partai Gerindra tersebut, juga pernah ikut bersama-sama sang kakak untuk berjualan kelapa membangun bisnis kecil-kecilan dari hasil perkebunan masyarakat. 

Dua bersaudara ini memiliki jarak usia yang tidak terlalu jauh, berjuang sejak kecil hingga tumbuh dewasa, anak nomor satu dan nomor dua dari pasangan Alias Wello dan Heryulita ini membuktikan bahwa mereka dapat terus bersama meski berseberangan diperahu yang berbeda.

"Saya ikut Dapil 3 dan ini merupakan kali kedua saya terpilih, sementara Pio ikut Dapil 2 dan baru tahun ini terpilih," sebutnya.

Meski berbeda partai dan berbeda pilihan presiden, tidak membuat keduanya berseberangan pula dalam mewujudkan mimpi membantu masyarakat. Apalagi sampai berdebat mempertahankan ego masing-masing, yang penting menurutnya saat ini mereka harus berjuang menjaga nama baik keluarga dan masyarakat yang telah memilihnya.

"Politik itu kata orang dinamis, sejak kecil kami diajarkan disiplin oleh orang tua, dan saling bekerjasama dalam keluarga demi kebaikan bersama juga," ujarnya.

(Antara)
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar