Logo Header Antaranews Kepri

Suhu udara di Batam turun ketika gerhana matahari cincin

Kamis, 26 Desember 2019 13:04 WIB
Image Print
Masyarakat berkumpul hendak mengamati gerhana matahari cincin di Dataran Engku Putri Batam, Kamis (ANTARA/Naim)

Batam (ANTARA) - Suhu udara di Kota Batam, Kepulauan Riau turun saat terjadi fenomena alam gerhana matahari cincin, Kamis.

Wakil Direktur Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi dan Geofosika Jakarta, Hendri Subakti memperkirakan, suhu udara bisa turun 1 hingga 2 derajat celcius.

"Ini karena radiasi matahari terhalang bulan," kata dia saat ikut mengamati fenomena 18 tahunan sekali itu di Dataran Engku Putri Batam.

Gerhana matahari cincin sudah mulai berlangsung sejak sekitar pukul 10.00 WIB, dan mencapai puncaknya pada pukul 12.24.27 WIB.

Saat terjadi gerhana matahari cincin, intensitas cahaya matahari akan berkurang, meski tidak gelap total.

"Nanti akan seperti saat magrib," ujar dia.

Puncak gerhana matahari cincin di Batam akan berlangsung sekitar 3 menit.

Kapolda Kepri, Irjen Pol Andap Budhi Revianto yang ikut meninjau pengamanan di Dataran Engku Putri mengingatkan masyarakat untuk tidak melihat matahari secara langsung saat fenomenq alam itu terjadi.

Sementara itu, langit Batam nampak cerah saat gerhana matahari cincin berlangsung.

Udara juga semakin dingin dengan hembusan angin yang lebih kencang dibanding biasanya.

Puluhan warga berkumpul di Dataran Engku Putri untuk menyaksikan fenomena itu bersama wisatawan dalam dan luar negeri.

Baca juga: Peneliti: Tanjungpinang lokasi terbaik amati gerhana matahari cincin

Baca juga: Warga Kota Tanjungpinang diimbau gelar salat gerhana matahari



Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026