Logo Header Antaranews Kepri

ANN ungkap isi surat mereka ke DPR RI

Jumat, 24 Januari 2020 18:39 WIB
Image Print
Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Viada Hafid berfoto bersama saat berkunjung ke Natuna di RM Sisi Basisir, Ranai, Natuna, (16/1). (Antara Kepri/Cherman)

Natuna (ANTARA) - Alinasi Nelayan Natuna (ANN) yang dikoordinir oleh Hendrik, melalui pesan tertulis mengungkapkan isi surat atau berkas yang sebelumnya telah mereka serah secara tertutup saat kunjungan Komisi I DPR RI pertengahan Januari lalu di Ranai, Natuna.

"Berkas telah kami serahkan ke Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Viada Hafid terkait isu terkini tentang Natuna," tulisnya.

Ia menyebutkan, seharusnya pemerintah beserta pejabat yang berkunjung ke Natuna untuk menyerap aspirasi masyarakat terkait kebijakan memobilisasi 500 kapal nelayan pantura ke laut Natuna.

"Datang menjumpai para nelayan yang resah dan tidak setuju terhadap kebijakan tersebut," ungkapnya.

Bukan cukup hanya bertemu pihak-pihak yang tidak mampu dan tidak mau menyuarakan keresahan nelayan Natuna.

"Tidak hanya cukup bertemu dengan oknum-oknum nelayan yang tergiur dengan iming-iming bantuan bagi nelayan," kata dia.

Akibat tidak terserap dan tersampaikannya keresahan hati nelayan Natuna kepada pembuat kebijakan, maka banyak informasi yang bias dan ngawur tentang kondisi daerah sehingga salah dalam menentukan kebijakan, lanjutnya.

Adapun isi berkas yang mereka serahkan ke Komisi I tersebut terdapat berbagai informasi diantaranya adalah sebagai berikut:

Beberapa informasi yang bias dan tidak benar :
1. Laut Natuna Utara (ZEEI) kosong dari aktivitas kapal nelayan, padahal selama ini banyak beroperasi kapal ikan pantura ( purse seine dan gill net), Tanjung Balai Karimun (long line), Tanjung Balai Asahan (pukat cumi), Bintan/Kijang (bubuh besar dan hand line), Kalimantan Barat (gill net) serta nelayan Natuna/Anambas (hand line).

2. Nelayan Natuna tidak ada yang sampai di ZEE, padahal informasi dan video tentang adanya KIA dan coast guard Vietnam dan China bersumber dari nelayan Vatuna. Sangat banyak nelayan Natuna di ZEEI walaupun armada mereka cuma 5 - 7 GT.

3. Pernyataan Plt. gubernur Kepri bahwa tidak ada nelayan Natuna yang mampu melaut lebih dari 12 mil?, kenyataannya areal 12 mil tersebut tanpa berkeringatpun sampan dayung nelayan Natuna bisa sampai kesana. Sekarang ini nelayan Natuna yang melaut satu hari (one day fishing) sudah sampai pada wilayah 30 - 50 mil, sedangkan bagi nelayan yang berhari-hari melaut (4 - 10 hari) sampai ke wilayah 100 - 180 mil.

4. Nelayan pantura akan mengisi kekosongan di ZEEI untuk antisipasi pencurian ikan oleh KIA asing? Kenyataannya alat tangkap ikan kapal pantura hanya mampu beroperasi di areal sekitar 12 mil (terutama alat tangkap cantrang).

"Semoga dialog antara Aliansi Nelayan Natuna (ANN) dengan Komisi I DPR RI bisa menampung dan memperjuangkan aspirasi nelayan Natuna ke pemerintah pusat, sehingga mereka memperoleh fakta dan informasi yang sebenarnya, bukan fakta dan informasi asal bapak senang, ABS," kata dia.



Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026