Logo Header Antaranews Kepri

ANTARA ajak pemuda mengupas Natuna dalam Bincang Publik

Jumat, 31 Januari 2020 21:04 WIB
Image Print
Peserta menyimak para narasumber dalam Bincang Publik yang ditaja Perum LKBN Antara Kepri. Foto Antara Kepri/Cherman

Natuna (ANTARA) - Perum LKBN Antara Biro Kepri menggelar acara Bincang Publik di Gedung Sri Srindit, Ranai, Jumat (31/1) mengupas tentang Natuna.

“Natuna dalam sebulan terakhir menjadi primadona pemberitaan, kenapa? Karena potensi yang dimilikinya yang coba diraih pihak lain. Itu sebabnya kami ajak baik pemerintah daerah, TNI, Polri, LSM, nelayan dan pemuda untuk menuangkan ide dan gagasan dalam Bincang Publik yang kami adakan agar kita satu untuk membangun Natuna,” ujar Kepala Biro Antara Kepri Evy Ratnawati.

Pada acara yang mengusung tema "Wujud Bela Negara Masyarakat Natuna Guna Memperkuat NKRI" tidak hanya mengupas Natuna dari segi sejarah, ekonomi, keamanan, juga wawasan ke depan hidup bernegara.

Antara menampilkan sejumlah narasumber seperti Bupati Natuna, Hamid Rizal diwakili Kaban Kesbangpol Kabupaten Natuna, Mukhtar Ahmad. Ketua Komisi I DPRD Natuna, Wan Aris Munandar, Kapolres Natuna, Dandim Natuna, Ketua STAI Natuna, Ketua KNPI Natuna dan Ketua Pemuda Pancasila Natuna serta perwakilan nelayan.

Menurut Evy, kegiatan diskusi yang dikemas dengan talk show Bincang Publik merupakan bagian dari program Antara Kepri dalam mengangkat isu terkini di daerah.

“Kami juga acap buat kegiatan diskusi baik di Batam maupun Tanjungpinang dalam menanggapi perkembangan isu daerah seperti momen pemilu beberapa waktu lalu bagaimana pemuda untuk ikut pemilu. Tapi yang bertema seperti ini baru pertama kali kami lakukan," kata Evy.

Ia menjelaskan, acara ini digelar dalam rangka menampung informasi, aspirasi, ide maupun pemikiran terkait kondisi riil di daerah dalam hal ini Natuna.

"Cuma untuk lebih terarahnya, isi bincang-bincang ini kami batasi seputar bela negara yang dilakukan masyarakat Natuna. Hasilnya nanti akan kami sampaikan ke pusat," jelasnya.

Kegiatan ini disambut baik oleh peserta bincang publik, Erwin Prasetio. Ia menilai acara ini merupakan kegiatan yang bagus untuk menumbuhkan rasa percaya diri sebagai bangsa, khususnya kaula muda yang ada di Natuna.

"Kami senang ada acara semacam ini. Banyak sekali manfaatnya terutama sekali untuk meningkatkan semangat dan gairah masyarakat dan yang tidak kalah pentingnya lagi, suara kami dapat didengar oleh pusat," ujarnya.

Acara dialog yang dipandu oleh Syamsuriana, Dosen STAI Natuna berlangsung lancar. Seluruh narasumber dan peserta yang berbicara pada acara itu memastikan Natuna saat ini aman dan uapaya mempertahankan keamanan ini terus berjalan dengan baik.

Hanya saja sebagian narasumber mengaku keamanan tidak cukup hanya diupayakan melalui penguatan pertahanan di Natuna, melainkan sektor-sektor lain juga harus digesa cepat, secepat pemerintah memperkuat sektor pertahanan.

"Kami mengapresiasi langkah pemerintah memperkuat pertahanan negara di sini, tapi itu menurut kami belum cukup karena sektor-sektor lain seperti perikanan, pariwisata, industri migas dan lainnya juga harus dikembangkan secara besar-besaran seperti pengembangan sektor pertahanan," ungkap Ketua STAI Natuna, Kartubi selaku salah seorang narasumber.

Kabag Dukops Binda Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Kolonel Laut (E) Yanuar Adi Legowo, mengatakan, bahwa wujud bela negara yaitu kita harus rela berkorban demi negara, tanpa menuntut apapun dari negara.

“Wujud bela negara itu harus rela berkorban demi negara,” tegas Yanuar.

Kata dia, meski saat ini bangsa Indonesia dalam kondisi aman, tentram dan damai, namun seluruh masyarakat, termasuk warga Natuna, musti waspada diri atas segala ancaman yang mungkin saja masuk dari bangsa asing.

Ia meminta agar masyarakat jangan terlalu banyak menuntut kepada negara, apalagi sampai mengancam. Jika itu terjadi, artinya kita tidak memiliki sikap untuk membela negara.

“Kita harus tetap berpegang teguh kepada 4 pilar negara kita. Yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI,” tegasnya.

Sementara itu Ketua DPD KNPI Natuna, Haryadi, menuturkan, bahwa ia ingin Pemerintah memberikan perhatian kepada para pemuda. Ia tidak ingin putra daerah hanya bisa menjadi penonton di daerah mereka sendiri.

Ia mengatakan, banyak sarjana muda asal Natuna yang tidak kebagian lapangan pekerjaan. Ini menjadi salah satu faktor terjadinya kesenjangan sosial, yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat



Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026