Logo Header Antaranews Kepri

11 cabang olahraga Kepri di PON 2020 Papua

Jumat, 13 Maret 2020 21:00 WIB
Image Print
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kepulauan Riau Mafrizon. ANTARA/Ogen

Tanjungpinang, Kepri (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) meloloskan 11 cabang olahraga ke Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Provinsi Papua, 20 Oktober hingga 2 November.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kepri, Mafrizon di Tanjungpinang, Jumat menyebut dari 11 cabang olahraga tersebut diikuti 54 atlet dan akan didampingi 23 pelatih.

"Kepri ikut 11 cabang olahraga dari total 37 cabang yang dipertandingkan pada PON Papua nanti," katanya.

Pria yang juga Ketua Satgas PON 2020 Papua ini juga menyampaikan, bahwa Kepri tidak muluk-muluk untuk target pada kejuaraan empat tahunan ini.

Namun, pihaknya bakal berupaya maksimal untuk meraih banyak medali emas, perak dan perunggu karena pihaknya ingin melampaui raihan medali PON sebelumnya.

"Pada PON 2016 di Jawa Barat, Kepri meraih 7 medali emas, 4 perak dan 7 perunggu. Kita berharap peraihan medali tahun ini bisa bertambah lagi," kata Mafrizon menegaskan.

Kendati demikian, ia mengaku sedikit kecewa karena cabang olahraga ski air yang biasanya menyumbang medali buat Kepri pada PON 2020 ini, tidak dipertandingkan oleh tuan rumah.

"Tetapi ada permintaan dari Provinsi Jawa Barat yang bersedia menjadi penyelenggara cabang ski air. Tapi agak sedikit lucu juga, tuan rumah PON di Papua, tandingnya di Jawa Barat," katanya menambahkan.

Namun, Mafrizon tetap optimis cabang olahraga lainnya seperti layar, tinju, dan bela diri mampu mendulang medali emas.

Menurutnya, Kepri pada tahun ini lebih banyak meloloskan nomor perorangan ke PON Papua. Kalau cabang beregu hanya tim futsal.

"Tim futsal kita lolos setelah juara di Pra PON wilayah. Kita jadi semakin optimis, kalau futsal Kepri bisa meraih medali di PON nanti," ujarnya.

Saat ini, lanjutnya, pemusatan pelatihan atlet ditangani oleh pengurus masing-masing cabang olahraga. Pihaknya kini mengambil langkah cepat dengan menggandeng konsultan untuk pelaksanaan pengiriman atlet.

"Suka tidak suka, kita harus mendatangkan konsultan, terkait persiapan atlet menuju PON nanti," tutur Mafrizon dengan tegas.



Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026