
Pemuka masyarakat Tebing kampanye pentingnya masker cegah COVID-19

Tanjung Balai Karimun (ANTARA) - Pemuka masyarakat sekaligus pengusaha ternama di Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, Amir Aca, turun ke jalan mengampanyekan pentingnya menggunakan masker untuk mencegah penyebaran wabah COVID-19.
Amir Aca yang juga biasa dipanggil Long Aca secara spontan turun ke jalan di kawasan Ranggam, Kecamatan Tebing menghentikan warga kampung, khususnya bagi yang tidak menggunakan masker.
"Kalau keluar rumah, pakai masker ya. Lindungi diri dan keluarga dengan menggunakan masker," ujar Amir Aca kepada seorang pengendara sepeda motor.
Usai mengingatkan pentingnya menggunakan masker, Amir Aca langsung menyerahkan masker bagi para pengguna jalan, baik pengendara sepeda motor, supir oplet dan lainnya.
Amir Aca mengatakan, sedikitnya 600 masker yang dibagikannya dalam aksi spontan tersebut.
"Kebetulan Pak Aleng (Sekretaris Paguyuban Marga Sosial Tionghoa/PSMTI) baru saja menyerahkan masker itu kepada saya. Jadi saya langsung saja membagi-bagikannya kepada orang kampung," kata dia.
Amir Aca yang juga anggota Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengatakan, masker yang dibagikan tersebut merupakan sumbangan PSMTI dan Apindo yang terus dibagikan secara bertahap kepada warga masyarakat.
Sebelumnya, dia juga telah membagikan masker kepada masyarakat secara "door to door" atau ke rumah-rumah dengan harapan tidak ada lagi warga yang tidak menggunakan masker saat keluar rumah.
"Patuhi imbauan pemerintah. Jangan tak pakai masker, nanti kena razia pak polisi. Sekarang polisi tidak tanya SIM atau STNK, tapi akan menghentikan pengendara yang tidak memakai masker," ujar Amir Aca yang dikenal sebagai salah satu pemrakarsa pembangunan kota baru di Coastal Area, Tanjung Balai Karimun.
Dia mengimbau masyarakat di Kecamatan Tebing untuk mematuhu imbauan pemerintah daerah dalam mencegah penyebaran COVID-19, seperti memakai masker saat keluar rumah, hindari kerumuman massa, rajin cuci dangan dengan sabun, serta diam di rumah kalau tidak ada keperluan mendesak.
"Patuhi juga imbauan pemerintah soal beribadah. Selama 74 tahun Indonesia merdeka, kita tidak pernah dilarang shalat berjamaah di masjid, tapi kali ini kenapa dilarang? Itu semua karena wabah virus corona yang sangat berbahaya," kata dia.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris PSMTI Karimun Dharma Pranata mengatakan, Apindo bersama PSMTI telah membagikan masker mencapai 15.000 lembar kepada masyarakat, baik di Kecamatan Karimun, Meral maupun Tebing.
"Target kita 35.000 masker, tapi pendistribusiannya secara bertahap bekerja sama dengan berbagai kelompok masyarakat, mulai dari kepolisian, ormas, OKP dan lainnya," kata Dharma.
Dia mengatakan, PSTMI dan Apindo juga sudah menyerahkan 2.000 paket sembako melalui pemerintah daerah untuk selanjutnya dibagikan kepada masyarakat.
"Kami tidak langsung membagikannya, pemerintah daerah lah yang tahu agar bantuan sembako tepat sasaran," kata dia.
Pewarta : Rusdianto
Editor:
Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
