Logo Header Antaranews Kepri

Menkumham Buka Lomba MTQ Narapidana se-Kepri

Jumat, 13 April 2012 19:13 WIB
Image Print

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Amir Syamsuddin membuka secara resmi perlombaan Musyabaqah Tilawatil Quran antarnarapidana yang menghuni rumah tahanan dan lembaga pemasyarakatan se-Kepulauan Riau di Tanjungpinang.

Acara yang digelar oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kepulauan Riau (Kepri) itu, diikuti oleh narapidana atau warga binaan utusan enam dari sembilan Rumah Tahanan Negara (Rutan) dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang ada di tujuh kabupaten/kota.

"Sungguh membanggakan hati kegiatan ini, inilah langkah awal dari Kepri semoga bisa bergaung ke seluruh Tanah Air, bahwa warga binaan bukanlah warga buangan, namun mereka adalah manusia-manusia penuh bakat seperti melantunkan ayat-ayat suci al Quran," kata Amir usai membukan secara resmi pada Kamis malam.

Menurut Amir, lomba MTQ itu juga sebagai salah satu bentuk pembinaan yang telah dilakukan Kementerian Hukum dan HAM terhadap warga binaan itu.

"Kami berharap bukan hanya sebagai simbol saja, tetapi juga untuk menggugah hati masyarakat agar bisa menerima warga binaan setelah kembali kepada masyarakat dengan tidak adanya diskriminasi," katanya.

Selain itu, dia mengharapkan warga binaan bisa menjadi warga yang produktif setelah kembali ketengah-tengah masyarakat.

Amir juga menyebut lomba baca al Quran juga sebagai salah satu cara untuk mengatasai peredaran narkotika di dalam Rutan atau Lapas.

"Saya kira ini salah satu yang tepat untuk mencegah itu," katanya.

Kepala Kantor Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Kepri, Jusuf Hadi mengatakan, lomba MTQ antarnarapidana se-Kepri itu disejalankan dengan peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-48 yang menunjukkan warga binaan yang berada di balik tembok penjara mampu melakukannya seperti masyarakat luas.

"Kami juga berupaya untuk membekali warga binaan dengan ilmu agama, khususnya yang beragama Islam agar dapat mengamalkan dan membaca Al-Quran dengan baik," ujarnya.

Narapidana yang mengikuti lomba MTQ tersebut, menurut dia akan berlomba dalam kategori cerdas cermat, tilawah, hafiz al-Quran yang dibatasi pada hafalan ayat-ayat pendek dan ceramah agama.

(KR-HKY/E001)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026