Sumba Timur diserang hama belalang nimfa

id Belalang, Sumba Timur, Hama, NTT, Kota Kupang

Sumba Timur diserang hama belalang nimfa

Ribuan belalang nimfa berhamburan di jalan raya di Sumba Timur. (ANTARA/Ho-Rambu P)

Kupang (ANTARA) - Belalang muda atau nimfa sudah mulai muncul di wilayah Palakahembi Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur dan ini hampir tersebar luas di wilayah tersebut.

Pelaksana Tugas (PLT) Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Timur, Oktavianus Mbaku Muku, dihubungi ANTARA dari Kupang, Kamis mengatakan bahwa pihaknya sudah memantau langsung informasi tersebut dan memang ditemui banyak sekali belalang muda tersebut.

"Kemarin juga kami sudah lakukan penyemprotan hama belalang muda itu. Dan dari pemantauan belalang muda itu sudah muncul sejak enam hari lalu dan saat ini terus bertambah," katanya.

Nimfa adalah belalang kecil yang belum memiliki sayap dan alat reproduksi. Nimfa ini muncul setelah telur belalang menetas. Nimfa pada umumnya berwarna putih, dan kemudian akan berubah warna menjadi hijau atau cokelat setelah terkena sinar matahari dalam beberapa saat.

Oktavianus mengatakan bahwa sejumlah belalang muda atau nimfa itu muncul pertama di beberapa titik yakni di Papu, Minggi timbi dusun Kabaru desa Palakahembi dan Watum Baka.

"Untungnya sebagian besar masih di area padang dan tidak menyebar di lahan pertanian di daerah itu," tutur dia.

Ia mengatakan bahwa kemunculan sejumlah belalang muda itu setelah belalang dewasa atau yang sudah bersayap mulai berangsur-angsur hilang di daerah tersebut.

"Kita selama ini terus lakukan pengendalian terhadap sejumlah belalang dewasa sehingga perlahan-lahan sudah mulai hilang. Kini muncul lagi yang masih muda. Kita lagi usahakan agar tidak menyebar sampai ke lahan pertanian," tambah dia.

Ia mengatakan untuk memberantas hama belalang muda itu, pihak dari tim Brigade sudah membagi tim mulai dari Papua hingga ke Palakahembi.

"Kami sudah pelajari, belalang muda itu menyebar mengikuti arah angin sehingga penyemprotan juga sudah kami lakukan sehingga jangan sampai ke wilayah pertanian," tambah dia.

Oktavianus mengatakan bahwa pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin sehingga tidak terjadi kejadian luar biasa di daerah itu, walaupun pihaknya kewalahan karena alat semprot yang seadanya.

"Kita harapkan ada bantuan dari pemerintah sehingga bisa mempercepat hal ini, mulai dari pencegahan," tutur dia.
 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar