Logo Header Antaranews Kepri

Kepri jadwalkan MTQ Oktober 2020

Jumat, 12 Juni 2020 22:06 WIB
Image Print
Plt Gubernur Kepri dan jajaran saat memantau lokasi pelaksanaan kegiatan MTQ Provinsi Kepri 2020 di lapangan Gurindam 12, Tanjungpinang, Kepri. (Ogen)

Tanjungpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali memperpanjang waktu penundaan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII tingkat Provinsi Kepri Tahun 2020 sampai Oktober mendatang.

Kepala Biro Kesra Pemprov Kepri Aiyub mengatakan di Tanjungpinang, Jumat, semula kegiatan ini semula dijadwalkan 11-17 April 2020 namun ditunda karena pandemi COVID-19 pada 13-19 Juni ini. Namun karena situasi belum memungkinkan, maka ditunda lagi hingga Oktober 2020.

"Kita putus untuk diundur pada bulan Oktober mendatang atau sebulan sebelum MTQ Nasional digelar," kata Aiyub.

Penundaan ini juga menindaklanjuti surat edaran Gubernur Kepulauan Riau Nomor 120/443.1/HPP-SET/2020, tentang peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penularan infeksi COVID-19. Dalam SE itu, semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta menunda serta membatasi kegiatan-kegiatan yang sifatnya mengumpulkan orang banyak.

Pihaknya pun akan berkoordinasi dengan Kementerian Agama RI terkait penundaan MTQ Kepri ini karena sebelumnya Pemprov Kepri telah meminta Menteri Agama Fachrul Razi untuk membuka acara tersebut.

"Dengan penundaan ini, otomatis kita akan berkoordinasi sekaligus mengatur ulang jadwal kunjungan Pak Menteri," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Provinsi Kepri Mahyudin menyebut pembangunan astaka MTQ Provinsi Kepri di kawasan Gurindam 12 Tanjungpinang sudah hampir rampung. Namun karena kegiatan ditunda,maka waktu penyelesaian pembangunan pun perlu disesuaikan.

"Pagu anggaran Rp1,3 miliar, tapi penawaran sebesar Rp1,1 miliar. Dana sebesar Rp1,1 miliar ini digunakan untuk membangun panggung berikut astaka utama, dua buah stan bazar, serta sembilan astaka mini. Khusus panggung, kita buat permanen. Kalau astaka tidak, sifatnya bisa bongkar pasang," jelasnya.

Ia menyebutkan pengerjaan astaka MTQ itu dilaksanakan di bengkel karena bahan-bahan yang digunakan tidak berasal dari kayu, melainkan milenium sehingga perlu dilas.

Menurut dia, MTQ tingkat Provinsi Kepri yang terdiri dari tujuh kabupaten/kota ini ditargetkan bakal dihadiri sekitar 10 ribu penonton.

"Pemprov Kepri juga bakal melibatkan masyarakat untuk membuka stand bazar selama perhelatan MTQ. Tujuannya buat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat," ucap Mahyudin.



Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026