Kolombia perpanjang masa karantina COVID-19 hingga 30 Agustus

id COVID-19 di Kolombia,Kolombia perpanjang karantina,pandemi COVID-19

Kolombia perpanjang  masa karantina COVID-19 hingga 30 Agustus

Warga memakai masker pelindung berbaris di luar sebuah bank di tengah penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) di Bogota, Kolombia, Rabu (1/7/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Luisa Gonzalez/nz/cfo

Bogota (ANTARA) - Pemerintah Kolombia kembali memperpanjang aturan wajib karantina nasional selama satu bulan sampai 30 Agustus, kata Presiden Ivan Duque, Selasa (28/7).

Presiden Duque menambahkan kebijakan itu bertujuan menekan penularan COVID-19 di Kolombia.

Kolombia, negara di kaki Pegunungan Andes, mengumumkan lebih dari 267.300 orang terjangkit COVID-19 dan 9.074 di antaranya meninggal dunia.

"Pencegahan lewat isolasi wajib akan berlanjut sampai 30 Agustus," kata Duque sebagaimana disiarkan lewat televisi.

Pemerintah Kolombia telah delapan kali memperpanjang aturan karantina. Duque memberlakukan aturan karantina wajib secara nasional pada akhir Maret demi menekan penyebaran COVID-19.

Daerah yang tidak lagi melaporkan kasus positif atau jumlahnya terbilang rendah dapat membuka wilayahnya. Namun, Duque mengingatkan agar masyarakat tidak berkumpul dalam jumlah besar. Sementara itu, daerah dengan kasus positif tinggi wajib memberlakukan aturan karantina yang lebih ketat.

"Kita semua mengetahui ada banyak kemajuan yang telah dicapai untuk melindungi diri kita sendiri selama empat minggu ini," kata Duque.

Ibu kota Kolombia di Bogota menetapkan aturan karantina selama dua minggu di beberapa area pemukiman. Otoritas setempat hanya mengizinkan satu orang per rumah untuk berbelanja kebutuhan dasar tiap harinya. Aturan karantina selama dua minggu itu telah berakhir dan akan diterapkan di area pemukiman lainnya.

Perekonomian di Kolombia kian terpuruk akibat kebijakan karantina dan jatuhnya harga minyak dunia.

Pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi turun sampai 5,5 persen tahun ini. Kolombia juga menangguhkan batas defisit untuk tahun fiskal 2020 dan 2021, serta menerbitkan miliaran surat utang mengingat tingginya angka pengangguran dan tempat usaha yang bangkrut selama karantina.

Sumber: Reuters
 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar