Kasus COVID-19 di Tanjungpinang naik dari klaster TKI
Minggu, 18 April 2021 16:12 WIB
Vaksinasi di Tanjungpinang, Kepri, jadi salah satu upaya memutus mata rantai penyebaran pandemi COVID-19. ANTARA/Ogen
Tanjungpinang (ANTARA) - Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepri TS Arif Fadillah mengatakan lonjakan kasus COVID-19 di ibu kota Tanjungpinang dipicu lima klaster, mulai dari TKI hingga gelanggang permainan.
"Jumlah pasien COVID-19 di Kota Tanjungpinang meningkat drastis dalam beberapa hari terakhir," kata Arif Fadillah, Jumat (16/4).
Arif Fadillah menjelaskan lima klaster pemicu lonjakan kasus COVID-19 di daerah itu, antara lain klaster TKI dideportasi dari Malaysia melalui Tanjungpinang, di mana terdapat 23 orang positif COVID-19.
Padahal, kata dia, sesuai SOP di Johor Malaysia TKI yang keluar harus negatif COVID-19 dari hasil tes PCR.
"Kita juga tidak tahu bagaimana mereka bisa keluar, setelah dicek positif pula. Itu menjadi catatan," ujar Arif.
Kemudian, klaster perbankan, klaster keberangkatan, dan klaster dari hasil pelacakan kontak dengan pasien positif COVID-19.
"Pada tiga klaster ini, pasien positif juga cukup banyak," imbuhnya.
Selanjutnya, klaster gelanggang permainan di Tanjungpinang juga jadi salah satu pemicu meningkatnya kasus COVID-19.
"Pemkot Tanjungpinang perlu mengevaluasi keberadaan gelanggang permainan ini," sebut Arif.
Berdasarkan data Satgas COVID-19 Provinsi Kepri per 16 April 2021, jumlah total konfirmasi kasus mencapai 9.912 orang atau bertambah 66 orang.
Penambahan kasus itu tersebar di empat kabupaten/kota, yakni Tanjungpinang 30 orang, Batam 20 orang, Bintan 8 orang, dan Natuna 8 orang.
Adapun total jumlah kasus aktif terkini sebanyak 650 orang, sembuh 9.021 orang, dan meninggal 241 orang.
"Jumlah pasien COVID-19 di Kota Tanjungpinang meningkat drastis dalam beberapa hari terakhir," kata Arif Fadillah, Jumat (16/4).
Arif Fadillah menjelaskan lima klaster pemicu lonjakan kasus COVID-19 di daerah itu, antara lain klaster TKI dideportasi dari Malaysia melalui Tanjungpinang, di mana terdapat 23 orang positif COVID-19.
Padahal, kata dia, sesuai SOP di Johor Malaysia TKI yang keluar harus negatif COVID-19 dari hasil tes PCR.
"Kita juga tidak tahu bagaimana mereka bisa keluar, setelah dicek positif pula. Itu menjadi catatan," ujar Arif.
Kemudian, klaster perbankan, klaster keberangkatan, dan klaster dari hasil pelacakan kontak dengan pasien positif COVID-19.
"Pada tiga klaster ini, pasien positif juga cukup banyak," imbuhnya.
Selanjutnya, klaster gelanggang permainan di Tanjungpinang juga jadi salah satu pemicu meningkatnya kasus COVID-19.
"Pemkot Tanjungpinang perlu mengevaluasi keberadaan gelanggang permainan ini," sebut Arif.
Berdasarkan data Satgas COVID-19 Provinsi Kepri per 16 April 2021, jumlah total konfirmasi kasus mencapai 9.912 orang atau bertambah 66 orang.
Penambahan kasus itu tersebar di empat kabupaten/kota, yakni Tanjungpinang 30 orang, Batam 20 orang, Bintan 8 orang, dan Natuna 8 orang.
Adapun total jumlah kasus aktif terkini sebanyak 650 orang, sembuh 9.021 orang, dan meninggal 241 orang.
Pewarta : Ogen
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK tegaskan penetapan Yaqut Cholil sebagai tersangka kasus kuota haji sesuai prosedur
11 February 2026 15:46 WIB
Bareskrim Polri tahan 2 petinggi Dana Syariah Indonesia dalam kasus dugaan pencucian uang
10 February 2026 11:09 WIB
Kasus dugaan penendangan kucing hingga mati di Blora masuk ke tahap penyidikan
07 February 2026 15:33 WIB