Lingga (ANTARA) - Peningkatan kasus terkonfirmasi COVID-19 di Kabupaten Lingga semakin meningkat drastis selama hari raya Idul Fitri, beberapa tokoh masyarakat di Kabupaten Lingga meminta pemerintah setempat dapat bergerak cepat melakukan upaya antisipasi penyebaran COVID-19 yang semakin mengganas di wilayah Lingga.
"Harus ada tindakan tegas berupa sanksi, dan gerakan-gerakan lainnya untuk menekan angka ini, jangan hanya sebatas himbauan," ujar mantan anggota DPRD Lingga, Rudi Purwonugroho, kepada Antara, Minggu.
Menurutnya kebijakan-kebijakan yang telah dilakukan oleh pemerintah saat ini, perlu dievaluasi kembali, mulai dari tatap muka peserta didik di sekolah, kemudian kebijakan membuka tempat-tempat wisata serta jam kerja pegawai negeri dan pegawai kantoran harus dilakukan evaluasi.
Rudi juga menyayangkan pemerintah dinilai teledor, dan lamban dalam penanganan COVID-19 di Kabupaten Lingga, padahal di masa sebelumnya pada tahun 2020 Kabupaten Lingga, mendapat pujian dari pemerintah pusat dan provinsi karena berhasil menekan penyebaran COVID-19 di Kabupaten Lingga.
"Tahun lalu saat tinggi-tingginya kita dapat apresiasi dari berbagai kalangan elit, karena kita berhasil menekan penyebaran COVID-19 dan waspada kita sangat tinggi waktu itu," ujarnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh Syafei salah satu tokoh pemuda di Lingga, kondisi saat ini sangat memperihatinkan ditambah lagi kesadaran masyarakat semakin lemah dan berkurang, hal itu karena rendahnya pengawasan pemerintah dan upaya pemerintah daerah untuk melakukan tindakan tegas terhadap pemerintah.
"Jangan sampai lengah, inikan sudah semakin parah sehari sudah sampai puluhan orang, tapi tempat-tempat wisata masih buka, aktifitas warga juga terlihat abai akan protokol kesehatan," ujarnya.
COVID-19 meningkat drastis Pemkab Lingga harus gerak cepat
Minggu, 16 Mei 2021 10:26 WIB
Patroli Prokes di Kabupaten Lingga (Diskominfo Lingga / Nurjali)
Pewarta : Nurjali
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Indonesia berpartisipasi dalam Latihan militer di Pakistan yang diikuti 19 negara
05 February 2026 14:01 WIB
Danantara sebut Kesepakatan beli 50 pesawat Boeing oleh Garuda sudah ada sebelum Covid
29 July 2025 13:37 WIB