750 warga Batam jalani isolasi mandiri karena COVID-19
Sabtu, 22 Mei 2021 21:53 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi. (ANTARA/ Naim)
Batam (ANTARA) - Sebanyak 750 warga Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau menjalani isolasi mandiri karena dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19 berdasarkan tes usap PCR dan tes cepat antigen.
"Total yang kami observasi di luar, isolasi mandiri sebanyak 750 orang," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi di Batam, Sabtu.
Ia mengatakan dari 750 orang yang melaksanakan isolasi mandiri, 430 orang di antaranya dinyatakan terkonfirmasi positif berdasarkan tes usap PCR, sedangkan 320 lainnya positif berdasarkan tes antigen, namun belum berdasarkan tes usap PCR.
Mereka yang hasil tes antigen positif juga harus melaksanakan isolasi mandiri.
Ia menyatakan kebijakan isolasi mandiri dipilih untuk pasien dengan gejala minim dan tanpa gejala sesuai dengan ketentuan Kementerian Kesehatan.
Selain itu, kebijakan isolasi mandiri diterapkan di Batam, karena beberapa waktu lalu angka Bed Occupancy Rate (BOR) di daerah setempat sempat meningkat.
"Karena kemarin di awal pasien positif kami masukkan ke rumah sakit sehingga menyebabkan BOR kita tinggi. Alhamdulillah kemarin menurun," kata dia.
Untuk menekan angka penularan COVID-19, Pemerintah Kota Batam terus menggalakkan disiplin protokol kesehatan dengan 5M, mengenakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilisasi.
Namun, menurut Didi, yang paling efektif dari 5M adalah mengenakan masker.
"Kunci utama dari lima itu adalah mengenakan masker. Kalau pakai masker angka penularan menurun," kata dia.
"Total yang kami observasi di luar, isolasi mandiri sebanyak 750 orang," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi di Batam, Sabtu.
Ia mengatakan dari 750 orang yang melaksanakan isolasi mandiri, 430 orang di antaranya dinyatakan terkonfirmasi positif berdasarkan tes usap PCR, sedangkan 320 lainnya positif berdasarkan tes antigen, namun belum berdasarkan tes usap PCR.
Mereka yang hasil tes antigen positif juga harus melaksanakan isolasi mandiri.
Ia menyatakan kebijakan isolasi mandiri dipilih untuk pasien dengan gejala minim dan tanpa gejala sesuai dengan ketentuan Kementerian Kesehatan.
Selain itu, kebijakan isolasi mandiri diterapkan di Batam, karena beberapa waktu lalu angka Bed Occupancy Rate (BOR) di daerah setempat sempat meningkat.
"Karena kemarin di awal pasien positif kami masukkan ke rumah sakit sehingga menyebabkan BOR kita tinggi. Alhamdulillah kemarin menurun," kata dia.
Untuk menekan angka penularan COVID-19, Pemerintah Kota Batam terus menggalakkan disiplin protokol kesehatan dengan 5M, mengenakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilisasi.
Namun, menurut Didi, yang paling efektif dari 5M adalah mengenakan masker.
"Kunci utama dari lima itu adalah mengenakan masker. Kalau pakai masker angka penularan menurun," kata dia.
Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Capai ribuan peserta, Mandiri Bintan Marathon siap digelar akhir pekan ini
03 November 2025 21:00 WIB
Mentrans ingin jadikan Tanjung Banun sebagai desa mandiri seperti di Eropa
25 September 2025 14:37 WIB
Bintan Resorts tegaskan komitmen hadirkan Mandiri Bintan Marathon bebas polusi
03 July 2025 9:14 WIB