Tanjungpinang (ANTARA) - DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyoroti kasus HIV/AIDS di daerah itu tinggi, namun anggaran penanganan penyakit menular tersebut justru sangat minim.
"Sampai saat ini, sudah sekitar 12 ribu warga Kepri terpapar HIV/AIDS. Kota Batam, jadi penyumbang tertinggi," kata Anggota DPRD Kepri Wahyu Wahyudin di Batam, Senin.
Wahyudin menyampaikan kasus HIV/AIDS harus menjadi fokus perhatian pemerintah daerah, selain penyakit COVID-19. Apalagi sudah banyak korban meninggal akibat penyakit itu, yang hingga hari ini belum ditemukan obatnya.
Legislator PKS itu menilai minimnya sosialisasi dari Dinas Kesehatan Pemprov Kepri, menjadi salah satu pemicu meningkatnya angka HIV/AIDS.
Dinas terkait, katanya, mengalami keterbatasan anggaran untuk melakukan sosialisasi HIV/AIDS. Sebab, seluruh anggaran dikerahkan untuk penanganan virus corona.
"Padahal HIV/AIDS juga tak kalah berbahaya dibanding COVID-19. Bisa menularkan ke orang lain, kalau tidak ditelusuri penderita penyakit itu," ujarnya.
Wahyudin berharap Dinas Kesehatan menggalakkan sosialisasi HIV/AIDS di tahun 2022. Terutama di lokalisasi, panti pijat, termasuk lingkungan dunia pendidikan.
Sosialisasi juga diharapkan dapat mendorong masyarakat rutin memeriksakan kesehatan, terutama pasangan yang pernah melakukan hubungan seks bebas, karena berpotensi tertular HIV/AIDS.
"Saya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan. Mereka menunggu dana dekonsentrasi pusat tahun 2022 untuk meningkatkan sosialisasi HIV/AIDS," demikian Wahyudin.
Kepri minim anggaran untuk tangani kasus HIV/AIDS yang tinggi
Selasa, 14 Desember 2021 0:00 WIB
Anggota DPRD Kepri Wahyu Wahyudin. (Ogen)
Pewarta : Ogen
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pengadilan Tinggi Agama Kepri tangani 4.298 kasus perkara perceraian di tahun 2025
12 January 2026 19:18 WIB
AS ubah aturan visa H-1B, utamakan pekerja asing terampil dan bergaji tinggi
25 December 2025 11:11 WIB
BMKG imbau sejumlah wilayah indonesia berpotensi diterpa suhu udara tinggi pada 2026
23 December 2025 14:03 WIB