Pengamat: penyesuaian harga BBM cegah krisis lebih besar
Kamis, 1 September 2022 20:11 WIB
Tangkapan layar suasana webinar bertajuk “APBN Tertekan: Subsidi BBM Solusi atau Ilusi?” yang disiarkan di kanal YouTube Moya Institute, dipantau dari Jakarta, Kamis (1/9/2022). ANTARA/Putu Indah Savitri
Jakarta (ANTARA) - Pengamat sosial Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Prof. Azyumardi Azra menyampaikan bahwa penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) dilakukan pemerintah untuk menghindari dampak negatif lebih besar yaitu krisis Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Menurut saya, penyesuaian harga ini memang tidak bisa dihindari, ya. Untuk menghindari mudarat yang lebih besar, krisis APBN," kata Azyumardi dalam webinar bertajuk "APBN Tertekan: Subsidi BBM Solusi atau Ilusi?” yang disiarkan di kanal YouTube Moya Institute, dipantau dari Jakarta, Kamis.
Pemerintah Indonesia menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) guna mengatasi subsidi yang membebani keuangan negara akibat fluktuasi harga minyak dunia.
Pemerintah menyiapkan anggaran subsidi dan kompensasi BBM dan listrik hingga Rp502 triliun dan diperkirakan merangkak naik mencapai Rp698 triliun sebagai imbas melonjaknya harga energi dan juga pangan yang dipicu perang Rusia-Ukraina.
Menanggapi kebijakan tersebut, Direktur Eksekutif Moya Institute Heri Sucipto mengatakan bahwa langkah penyesuaian harga BBM bersubsidi memang tidak terelakkan, seperti yang terjadi juga di masa lalu.
"Namun, penting dicari formula yang tepat agar kehidupan sosial-ekonomi masyarakat tidak terlalu terdampak," ucap Heri.
Pembicara lainnya, pengamat ekonomi senior UGM Sri Adiningsih menuturkan bahwa APBN memang perlu dijaga supaya tidak mengalami defisit.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pengamat: Penyesuaian harga BBM hindari krisis lebih besar
"Menurut saya, penyesuaian harga ini memang tidak bisa dihindari, ya. Untuk menghindari mudarat yang lebih besar, krisis APBN," kata Azyumardi dalam webinar bertajuk "APBN Tertekan: Subsidi BBM Solusi atau Ilusi?” yang disiarkan di kanal YouTube Moya Institute, dipantau dari Jakarta, Kamis.
Pemerintah Indonesia menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) guna mengatasi subsidi yang membebani keuangan negara akibat fluktuasi harga minyak dunia.
Pemerintah menyiapkan anggaran subsidi dan kompensasi BBM dan listrik hingga Rp502 triliun dan diperkirakan merangkak naik mencapai Rp698 triliun sebagai imbas melonjaknya harga energi dan juga pangan yang dipicu perang Rusia-Ukraina.
Menanggapi kebijakan tersebut, Direktur Eksekutif Moya Institute Heri Sucipto mengatakan bahwa langkah penyesuaian harga BBM bersubsidi memang tidak terelakkan, seperti yang terjadi juga di masa lalu.
"Namun, penting dicari formula yang tepat agar kehidupan sosial-ekonomi masyarakat tidak terlalu terdampak," ucap Heri.
Pembicara lainnya, pengamat ekonomi senior UGM Sri Adiningsih menuturkan bahwa APBN memang perlu dijaga supaya tidak mengalami defisit.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pengamat: Penyesuaian harga BBM hindari krisis lebih besar
Pewarta : Putu Indah Savitri
Editor : Nikolas Panama
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pengamat sebut infrastruktur penyimpanan barang bukti narkoba harus ketat
16 August 2024 10:28 WIB, 2024
Polling Institute sebut Prabowo-Gibran unggul di kalangan pemilih pemula
31 October 2023 17:02 WIB, 2023
Polling Institute sebut elektabilitas Prabowo ungguli Ganjar Pranowo dan Anies
10 September 2023 16:27 WIB, 2023
Riset Pedas: PDI Perjuangan jadi partai politik dengan ekspos tertinggi
20 July 2023 19:24 WIB, 2023
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Bulog Batam: Stok beras dan Minyakita terjaga jelang Imlek dan Idul Fitri
09 February 2026 11:28 WIB