Riau waspada DBD
Sabtu, 17 September 2022 19:12 WIB
Fogging guna mengantisipasi DBD. (ANTARA/Ampelsa)
Pekanbaru (ANTARA) - Dinas Kesehatan Provinsi Riau saat ini waspada terhadap penularan demam berdarah dengue (DBD) mengingat jumlah kasus hingga Agustus 2022 mencapai 1.317 kasus, atau meningkat lebih dari 100 persen dibandingkan periode sama pada tahun lalu yang hanya 537 kasus.
"Peningkatan kasus DBD hampir di seluruh kabupaten/kota secara total mencapai 100 persen pada tahun 2022 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zainal Arifin, melalui Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit Diskes Riau Ridwan di Pekanbaru, Sabtu.
Peningkatan kasus DBD hampir terjadi tiap bulan tergambar dari angka laporan, Januari sampai Agustus tahun 2022, tercatat meningkat apabila dibandingkan tahun 2021.
Lebih lanjut, dia memperkirakan akan terjadi peningkatan kasus DBD mulai pada Oktober 2022 mendatang karena saat musim penghujan tiba. "Puncaknya pada bulan November dan Januari," kata dia.
Meski begitu, menurut dia jumlah kasus DBD di Provinsi Riau pada bulan Januari sampai Agustus masih berada di bawah garis maksimal kasus DBD.
Ia mengingatkan masyarakat untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat, dan menjaga pola makan agar terhindar dari DBD, dan memasang kelambu pada tempat tidur serta jendela, menerapkan program 3M, yaitu menguras, menutup, serta mendaur ulang limbah berupa wadah, memperbanyak konsumsi vitamin C, memperoleh vaksin dengue setelah berkonsultasi dengan dokter.
"Apabila mengalami gejala penyakit demam berdarah seperti demam tinggi, mual, dan muncul ruam atau bintik merah dalam tubuh, segera periksa diri ke dokter atau tenaga kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat," kata dia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Riau waspada DBD menyusul adanya peningkatan kasus
"Peningkatan kasus DBD hampir di seluruh kabupaten/kota secara total mencapai 100 persen pada tahun 2022 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zainal Arifin, melalui Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit Diskes Riau Ridwan di Pekanbaru, Sabtu.
Peningkatan kasus DBD hampir terjadi tiap bulan tergambar dari angka laporan, Januari sampai Agustus tahun 2022, tercatat meningkat apabila dibandingkan tahun 2021.
Lebih lanjut, dia memperkirakan akan terjadi peningkatan kasus DBD mulai pada Oktober 2022 mendatang karena saat musim penghujan tiba. "Puncaknya pada bulan November dan Januari," kata dia.
Meski begitu, menurut dia jumlah kasus DBD di Provinsi Riau pada bulan Januari sampai Agustus masih berada di bawah garis maksimal kasus DBD.
Ia mengingatkan masyarakat untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat, dan menjaga pola makan agar terhindar dari DBD, dan memasang kelambu pada tempat tidur serta jendela, menerapkan program 3M, yaitu menguras, menutup, serta mendaur ulang limbah berupa wadah, memperbanyak konsumsi vitamin C, memperoleh vaksin dengue setelah berkonsultasi dengan dokter.
"Apabila mengalami gejala penyakit demam berdarah seperti demam tinggi, mual, dan muncul ruam atau bintik merah dalam tubuh, segera periksa diri ke dokter atau tenaga kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat," kata dia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Riau waspada DBD menyusul adanya peningkatan kasus
Pewarta : Bayu Agustari Adha/Vera Lusiana
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Natuna turunkan tim khusus untuk tangani kasus DBD di Pulau Midai
11 February 2025 16:24 WIB, 2025
Dinkes Kepri minta wilayah untuk galakkan PSN dan gotong royong cegah DBD
13 September 2024 13:06 WIB, 2024
Dinkes: Penyebab dominan kematian ibu hamil Batam perdarahan dan preeklampsia
09 July 2025 11:15 WIB, 2025